<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117877">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN HASIL PROSES SKRAP RATA PADA BAJA KARBON S 45 C DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mufizar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses skrap  adalah  suatu proses pemesinan  yang gerak  potongnya merupakan gerak  translasi yang dilakukan  oleh pahat  atau benda kerja. Pada penelitian ini digunakan mata pahat jenis HSS.  Penyekrapan dilakukan  dengan memvariasikan kedalaman  potong (0,1;  0,5;  1;  1,5;  2)  mm.  Proses  skrap dilakukan   dengan menggunakan   cairan   pendingin   dan   tanpa   cairan   pendingin.    Kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan  alat ukur kekasaran permukaan Surfcom&#13;
480 A  TSK  ZEISS  dan  kerataannya diukur  menggunakan  Dial  Indicator (jam ukur). Proses pengukuran kekasaran permukaan  dilakukan tegak lurus arah pemotongan  dan  pengukuran  kerataan  permukaan   menggunakan  pola   Union Jack.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan terbesar adalah  9,779  um  dengan  kedalaman  potong 2 mm tanpa menggunakan cairan pendingin,  sedangkan   nilai  kekasaran  permukaan   terendah  adalah  3,565  um dengan  kedalaman  potong 0,1 mm menggunakan  cairan pendingin.  Dari  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan  meningkat  dengan semakin  besar kedalaman potong.  Untuk kerataan permukaan hasil proses skrap didapat  nilai  kerataan  terbesar  125 m pada kedalaman  potong   1,5 mm  dan&#13;
kerataan  terkecil  -98 um pada  kedalaman potong 0,5 mm tanpa  menggunakan cairan pendingin. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh panas dan getaran mesin.&#13;
&#13;
Kata kunci :proses skrap, Kekasaran permukaan, Kerataan permukaan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117877</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-13 10:51:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-13 10:51:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>