<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117856">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA  KEAUSAN  TEPI(VB) MATA PAHAT PADA PROSES GURDI TERHADAP BENDA KERJA BAJA S40C DAN S45C</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mukhliansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keausan  merupakan  faktor  yang menentukan  umur pahat, maka pertumbuhannya  perlu ditinjau  dengan  memperhatikan  faktor  utama  atau  faktor  dominan   dari  mekanisme keausan  pahat. Akibat  besamya  tekanan pada saat  pemotongan disertai temperatur  yang tinggi maka permukaan  aktif dari mata pahat akan  mengalami keausan. Semakin besar keausan yang dialami  pahat,  maka kondisi  pahat akan semakin  kritis dan jika  pahat itu tetap digunakan  maka pertumbuhan  keausan pahat akan semakin cepat dan ujung pahat akan rusak. Proses  pemesinan  yang digunakan pada penelitian ini adalah proses  gurdi dengan mesin White Eagle ZAY 7032 buatan Cina yang dilakukan di CV. Arvian Nasti, Banda Aceh. Pahat yang digunakan yaitu jenis HSS dengan diameter 8 mm sebanyak  10 buah, sedangkan  material benda kerja yang digunakan yaitu baja karbon S40C dan S45C. Pada penelitian  ini pemberian beban konstan yaitu 5 kg untuk  10 kali pengujian, keausan tepi diukur dengan measuring microscope. Analisa perhitungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata keausan tepi mata pahat terhadap  benda kerja S40C adalah 0, 1  mm dengan rata- rata waktu pemotongan selama 14,134 menit, sedangkan nilai rata-rata keausan tepi mata pahat terhadap  benda  kerja S45C adalah 0,23 mm dengan rata-rata  waktu pemotongan selama  14,244 menit. Dari analisa keausan yang dihasilkan didapat bahwa pertumbuhan keausan  tepi  mata  pahat pada  benda  kerja S40C adalah  0,00707  mm/menit,  sehingga perkiraan   umur   pahat   yaitu   91,924   menit.   Sedaogkan   pada   benda   kerja   S45C pertumbuhan  keausan  tepi mata pahat yaitu 0,016 mm/menit, sehingga  perkiraan umur pahat yaitu 48,619 menit.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Keausan Tepi Pahat, Pertumbuhan Keausan Tepi Pahat, Umur Pahat&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keausan  merupakan  faktor  yang meneotukan  umur pahat, maka pertumbuhannya  perlu ditinjau  dengan  memperhatikan  faktor  utama  atau  faktor  dominan   dari  mekanisme keausan  pahat. Akibat  besamya  tekanan pada saat  pemotongan disertai temperatur  yang tinggi maka permukaan  aktif dari mata pahat akan  menga1ami keausan. Semakin besar keausan yang dialami  pahat,  maka kondisi  pahat akan semakin  kritis dan jika  pahat itu tetap digunakan  maka pertumbuhan  keausan pahat akan semakin cepat dan ujung pahat akan rusak. Proses  pemesinan  yang diguoakan pada penelitian ini adalah proses  gurdi dengan mesin White Eagle ZAY 7032 buatan Cina yang dilakukan di CV. Arvian Nasti, Banda Aceh. Pahat yang digunakan yaitu jenis HSS dengan diameter 8 mm sebanyak  I 0 buah, sedangkan  material benda kerja yang digunakan yaitu baja karbon S40C dan S45C. Pada penelitian  ini pemberian beban konstan yaitu 5 kg untuk  IO kali pengujian, keausan tepi diukur dengan measuring microscope. Analisa perhitungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata keausan tepi mata pahat terhadap  benda kerja S40C adalah 0, I    mm dengan rata• rata waktu pemotongan selama 14,134 menit, sedangkan nilai rata-rata keausan tepi mata pahat terhadap  benda  kerja S45C adalah 0,23 mm dengan rata-rata  waktu pemotongan selama  14,244 menit. Dari analisa keausan yang dihasilkan didapat bahwa pertumbuhan keausan  tepi  mata  pahat pada  benda  kerja S40C adalah  0,00707  mm/menit,  sehingga perkiraan   umur   pahat   yaitu   91,924   menit.   Sedaogkan   pada   benda   kerja   $45C pertumbuhan  keausan  tepi mata pahat yaitu 0,016 mm/menit, sehingga  perkiraan umur pahat yaitu 48,619 menit.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Keausan Tepi Pahat, Pertumbuhan Keausan Tepi Pahat, Umur Pahat&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117856</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 15:40:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 15:43:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>