<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117855">
 <titleInfo>
  <title>KAJI SUDUT ATAP PADA ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK UNTUK MENCAPAI KESERAGAMAN TEMPERATUR DI DALAM RUANG PENGERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erwin Rokhiadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pengawetan ikan biasanya dilakukan dengan pengeringan. Proses pengeringan   dilakukan   dengan   dua   cara  yaitu  pengeringan   alamiah   dan pengeringan dengan menggunakan peralatan. Pengeringan  alamiah atau dengan cara penjemuran langsung  dari panas matahari masih mempunyai kelemahan- kelemahan sehingga perlu  kajian, pengembangan terhadap sistem dan teknologi pengeringan.  Pada kajian ini penulis melakukan pengujian pada sudut atap atap 5 °,  10   ,   15&quot;, 20&quot; dan 25 &quot;  dengan  menggunakan  bahan bakar minyak  tanah sebagai  sumber  energi  panas.  Peralatan  pengering  ini  terdiri  dari  beberapa&#13;
bagian  utama yaitu ruang pembakaran,  saluran  udara panas,  ruang pengering dan cerobong.  Dari  hasil penelitian  distribusi  tamperatur pengeringan dalam ruang pengering paling mendekati  seragam  yaitu  dengan  menggunakan  sudut&#13;
atap 25&quot;, semakin kecil sudut  cerobong maka semakin besar aliran balik pada&#13;
atap,   hal  ini  menyebabkan  semakin  tingginya   temperatur  di  dalam  ruang pengering.  Kadar air sampel ikan sebelum dikeringkan   75,72 % dan kadar air akhir  rata-rata ikan teri dengan temperatur pengeringan 60&quot;C adalah 31,49 % dengan  lama pengeringan 5 jam, dengan temperatur pengeringan 70&quot;C kadar air akhir sebesar 32,39 % dengan lama pengeringan 4 jam,  sedangkan dengan temperatur pengeringan  80   'C  kadar  air akhir adalah  30,47  % dengan  lama pengeringan  3jam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117855</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 15:24:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 16:16:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>