<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117837">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN  HARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG PENDIDIKAN (STUDI  KASUS  BANGUNAN  GEDUNG  SEKOLAH  PADA  WILAYAH  BARAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sari Irma wati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Harga  Satuan  Tertinggi  Bangunan Gedung  Negara  merupakan salah  satu  metode estimasi   biaya   penganggaran   yang   digunakan    oleh   pemerintah.    Penyusunan pembiayaan bangunan  gedung  negara  didasarkan  pada  standar harga  tertinggi per meter  luas  bangunan  gedung  negara  yang  berlaku  di  wilayah  tersebut.  Dengan adanya   standar  harga   satuan   tertinggi   ini,  maka   dalam   menganggarkan   biaya konstruksi  bangunan  gedung,  nilai estimasi  tidak boleh melebihi  dari harga satuan yang  telah  ditetapkan  oleh  pemerintah  kabupaten/kota.  Penelitian   ini bertujuan untuk mengetahui proporsi  biaya dari tiap-tiap  komponen bangunan,  dan prediksi model  harga  satuan  berdasarkan luas  bangunan.  Ruang  lingkupnya dibatasi  pada bangunan     pendidikan      dengan     klasifikasi      bangunan      gedung     sederhana. Pelaksanaan pembangunannya dari tahun  2006  sampai  dengan  tahun  2008.  Data&#13;
sekunder yang digunakan sebanyak 64 buah dokumen kontrak bangunan gedung pendidikan.   Pengolahan  data  untuk   proporsi    biaya   dengan   membandingkan persentase     biaya     dengan     Peraturan     Menteri     Pekerjaan     Umum     Nomor 45/PRT/M/2007.  Model  harga  satuan  dilalcukan  dengan  metode  analisa  regresi linier   sederhana    dan   berganda   serta   menggunakan  nilai   indeks   biaya   yang diperoleh   dari serangkaian data  biaya  pada  tahun-tahun sebelumnya.  Dari  hasil pengolahan data tersebut  dapat diinformasikan adanya perbedaan  persentase biaya komponen  pekerjaan  yang  dihasilkan  dengan  persentase  biaya  komponen berdasarkan   Permen   PU   No.   45.   Model   harga   satuan   diperoleh   dari   hasil perhitungan  analisa   regresi   berganda   karena   nilai   R yang   dihasilkan   untuk&#13;
masing-masing    kabupaten    sebesar     1,000    dengan     tingkat     validasi     yang&#13;
direkomendasikan  adalah lebih  kecil   15   %,  sehingga   model   harga   satuan   di Kabupaten  Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan  Raya,  Aceh Selatan,  Aceh  Singkil, dan Simeulu  dapat  direkomendasikan  untuk  memprediksi harga  satuan  di tahun  yang akan datang.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Harga Satuan Bangunan,  Gedung Pendidikan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 10:45:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 10:45:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>