<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117820">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI LAMPISAN PASIR PADA LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN ULEE KRUENG KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Hirzan Achyar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi   ini  bertujuan   untuk   menganalisis  terjadinya   likuifaksi  lapisan   pasir apabila  terjadi  gempa  bumi. Pada  suatu  lapisan  tanab  pasir  yang jenuh  air, getaran• getaran   gempa  bumi  menyebabkan  terjadi   suatu  gejala  likuifaksi   yang  merupakan gejala  keruntuhan  struktural  tanab  akibat  menerima  beban  cyclic (berulang).  Studi ini dilakukan   pada  lokasi  rencana  pembangunan jembatan  Ulee  Krueng   Kota  Sabang. Perhatian   penempatan  bangunan   ini  terhadap   bahaya  likuifaksi  juga   dikarenakan daerab    Aceh   merupakan    zona   gempa   aktif.   Berdasarkan    data   sekunder    yang dikumpulkan  dari  CV.  Multi  Teknik   Prima  Consultant,   diperoleh   2  titik  bor  yang dominan  pasir.  Data  gempa  dalam  radius  maksimum   635  kilometer dari kota  Banda Aceh diperoleh  dari Badan  Meteorologi  dan Geofisika  Banda  Aceh  (2012), kemudian percepatan    gempa   rata-rata   di  permukaan  tanab   dianalisis   dengan   menggunakan metode   Donovan   (1972),  Newmark  (1968),   dan  Kawashumi.  Likuifaksi  dianalisis dengan  menggunakan  metode-metode  analisis  dari  Seed  &amp;  Idriss  ( 197 I),  Whitman (1971),  dan Valera &amp; Donovan  (1977). Hasil studi ini menunjukkan babwa kedalaman lapisan  pasir  yang  mengalami   likuifaksi  berbeda-beda sesuai  dengan  masing-masing metode  perhitungan.  Metode  Seed &amp; Idriss tidak  mengalami  likuifaksi karena  nilai N SPT besar,  sedangkan  N  SPT yang digunakan pada  metode  ini harus  lebih  kecil  dari&#13;
30 blows/ft.  Metode  Whitman  likuifaksi terjadi  pada titik bor I  yaitu pada lapisan  7,50 m dan  17,50 m dengan  magnitude  7 dan  9 SR, sedangkan  pada  titik  bor 2 likuifaksi terjadi  pada  lapisan  7,50 dan 22,50  m dengan  magnitude  7 dan 9 SR. Metode  Valera dan Donovan  pada  titik  bor  1     likuifaksi  tidak  terjadi  sama  sekali  pada  lapisan 7,50 m maupun   17,50 m, sedangkan  pada  titik  bor 2 likuifaksi   terjadi  pada  lapisan  22,50  m dengan  magnitude  7, 8, dan  9 SR. Hasil  akhir  analisis likuifaksi pada  lokasi  rencana pembangunan jembatan  Ulee  Krueng   Kota  Sabang  dengan   menggunakan  metode• metode   analisis   dari   Seed   &amp;  Idriss   (1971 ),  Whitman   ( 1971),     serta  Valera   dan Donovan  ( 1977)  dengan  menggunakan titik  bor  1    dan 2 dapat  disimpulkan likuifaksi terdapat  pada  lapisan  7,50 m dan  17,50  m pada  titik bor  I  serta   7,50 m dan   22,50 m pada  titik  bor  2.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117820</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 15:37:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 15:37:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>