<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117809">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN SANKSI PIDANA PASAL 36 AYAT (3) UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEDARAN RUPIAH PALSU (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JANTHO)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADHIRA FRISCILIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
&#13;
 &#13;
Nadhira Friscilia,&#13;
(2023) &#13;
Penerapan Sanksi Pidana Pasal 36 ayat (3) UndangUndang&#13;
Nomor&#13;
7&#13;
Tahun&#13;
2011&#13;
Tentang&#13;
Mata&#13;
Uang&#13;
&#13;
Terhadap&#13;
Tindak&#13;
Pidana&#13;
Pengedaran&#13;
Rupiah&#13;
Palsu&#13;
&#13;
(Suatu&#13;
&#13;
Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan&#13;
Negeri..Jantho)                                                                                         &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.  &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
(v, 70) pp., bibl., tabl. &#13;
&#13;
Mukhlis, S.H., M.Hum. &#13;
Pasal 36 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang&#13;
menyebutkan, bahwa, setiap orang yang mengedarkan dan/atau membelanjakan&#13;
rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam&#13;
Pasal 26 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun&#13;
dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).&#13;
Dalam perkara no.126/Pid.B/2021/PN Jth, majelis hakim menjatuhkan putusan&#13;
yaitu 9 bulan pidana penjara dan pidana denda sebesar Rp.5.000.000. Pada perkara&#13;
no.127/Pid.B/2021/PN Jth, majelis hakim menjatuhkan putusan yaitu 2 bulan&#13;
pidana penjara dan pidana denda sebesar Rp.5.000.000. Berdasarkan ancaman&#13;
pidananya maka putusan hakim dalam perkara ini relatif ringan.&#13;
Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan, penerapan sanksi pidana&#13;
terhadap tindak pidana pengedaran rupiah palsu yang relatif ringan, hambatan&#13;
dalam penerapan sanksi pidana terhadap tindak pidana pengedaran rupiah palsu dan&#13;
upaya penanggulangan perkara tindak pidana pengedaran rupiah palsu.&#13;
Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh secara langsung dari penelitian&#13;
di lapangan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti sedangkan data&#13;
sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan yang meliputi buku-buku literatur,&#13;
peraturan perundang-undangan, dan lain-lain.&#13;
Hasil penelitian menjawab bahwa, pertimbangan hakim dalam putusan&#13;
perkara pengedaran rupiah palsu di samping pertimbangan yuridis/ empiris seperti&#13;
dakwaan jaksa penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, alat bukti&#13;
dan barang bukti, juga pasal-pasal yang mengaturnya. Terdapat pertimbangan non&#13;
yuridis yakni perbuatan pidana, motif dan tujuan tindak pidana, akibat yang&#13;
ditimbulkan, keadaan yang memberatkan dan keadaan yang meringankan. &#13;
Terdapat dua jenis hambatan dalam penerapan sanksi pidana terhadap tindak pidana&#13;
pengedaran rupiah palsu yaitu, hambatan internal dan hambatan eksternal, dan&#13;
upaya penanggulangan kejahatan tindak pidana pengedaran rupiah palsu yang telah&#13;
dilakukan oleh pihak instansi hukum yaitu, upaya pre-emtif, upaya preventif, dan&#13;
upaya represif.&#13;
Disarankan kepada penegak hukum agar dapat memberikan sanksi yang&#13;
lebih berat untuk pelaku pengedaran rupiah palsu, dan meningkatkan intesifnya&#13;
sosialisasi terhadap undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117809</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 13:20:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-12 12:19:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>