<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117772">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TARIK  BELAH  BETON DAN KUAT LENTUR  BETONRN(STUDI KASUS VARIASI PERSENTASE SERAT 1 %, 2%, DAN 3% DARI VOLUME BETON)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilin Devie Diana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tugas  akhir ini melaporkan hasil  penelitian   mengenai  perilaku  mekanik  beton  serat tebu,  yang  meliputi   kuat  tarik  belah,  dan  kuat  lentur  beton.  Untuk   itu  dilakukan pengujian terhadap  40  buah  benda  uji  silinder  dengan  ukuran  standar,  diameter   15 cm, dan tinggi 30 cm, dan 40 buah benda uji baJok dengan  ukuran standar  10 cm x 10 cm   x   60   cm.   Pada   penelitian   ini   digunakan    faktor  air   semen   0,50.   Variasi penambahan serat tebu pada benda uji beton adaJah 0%, l %, 2%, dan 3% dari volume beton. Serat tebu yang digunakan berdiameter rata-rata  0,40 mm dan dipotong  dengan panjang 25 mm. Hasil penelitian  menunjukan bahwa perilaku  mekanik  beton  dengan penambahan serat tebu dibanding.kan dengan beton tanpa serat tebu mengalami peningkatan.  Peningkatan  yang  terjadi  dengan   persentase   serat   1%,  2%,  dan  3  % untuk  masing-masing pengujian, yaitu  untuk  kuat  tarik  belah  umur  7 hari 25,90%:&#13;
8,40%;  dan  18,88% dan untuk  umur 28 hari 38,14%;  9,41%;  dan 33,74%,  untuk kuat&#13;
lentur  umur  7 hari  98,13%;  26,51%;  dan  80,72%,  dan  untuk  umur  28  hari  79,26%;&#13;
20,51%;  dan  71,27%.  Penggunaan serat  tebu  dengan  persentase   serat  1%,  2%,  dan&#13;
3%  dari  volume  beton  dan  fas 0,50,  memberikan konstribusi   peningkatan kekuatan yang  tinggi  pada  1% dan  3%  baik  pada  umur  muda  (7 hari)  ataupun  pada  umur  28 hari.  Penggunaan  serat  tebu  yang  optimal  adaJah  sebesar  3%,  dimana  peningkatan kuat  tarik belah  dan  kuat  lentur  beton  disertai  dengan  peningkatan daktilitas   beton pada   beban   puncak.   Dari   hasil   penelitian   yang   diperoleh    menunjukkan   bahwa penambahan serat  tebu  berpengaruh secara  nyata  terhadap  kuat  tarik belah,  dan kuat lentur beton.&#13;
&#13;
Kata kunci  :   serat tebu, fas, k:uat tarik lentur, kuat tarik belah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugas  akhir ini melaporkan hasil  penelitian   mengenai  perilaku  mekanik  beton  serat tebu,  yang  meliputi   kuat  tarik  belah,  dan  kuat  lentur  beton.  Untuk   itu  dilakukan pengujian terhadap  40  buah  benda  uji  silinder  dengan  ukuran  standar,  diameter   15 cm, dan tinggi 30 cm, dan 40 buah benda uji baJok dengan  ukuran standar  10 cm x 10 cm   x   60   cm.   Pada   penelitian   ini   digunakan    faktor  air   semen   0,50.   Variasi penambahan serat tebu pada benda uji beton adalah 0%, 1%, 2%, dan 3% dari volume beton. Serat tebu yang digunakan berdiameter rata-rata  0,40 mm dan dipotong  dengan panjang 25 mm. Hasil penelitian  menunjukan bahwa perilaku  mekanik  beton  dengan penambahan serat tebu dibanding.kan dengan beton tanpa serat tebu mengalami peningkatan.  Peningkatan  yang  terjadi  dengan   persentase   serat   1%,  2%,  dan  3  % untuk  masing-masing pengujian, yaitu  untuk  kuat  tarik  belah  umur  7 hari 25,90%:&#13;
8,40%;  dan  18,88% dan untuk  umur 28 hari 38,14%;  9,41%;  dan 33,74%,  untuk kuat&#13;
lentur  umur  7 hari  98,13%;  26,51%;  dan  80,72%,  dan  untuk  umur  28  hari  79,26%;&#13;
20,51%;  dan  71,27%.  Penggunaan serat  tebu  dengan  persentase   serat  1%,  2%,  dan&#13;
3%  dari  volume  beton  dan  fas 0,50,  memberikan konstribusi   peningkatan kekuatan yang  tinggi  pada  1% dan  3%  baik  pada  umur  muda  (7 hari)  ataupun  pada  umur  28 hari.  Penggunaan  serat  tebu  yang  optimal  adaJah  sebesar  3%,  dimana  peningkatan kuat  tarik belah  dan  kuat  lentur  beton  disertai  dengan  peningkatan daktilitas   beton pada   beban   puncak.   Dari   hasil   penelitian   yang   diperoleh    menunjukkan   bahwa penambahan serat  tebu  berpengaruh secara  nyata  terhadap  kuat  tarik belah,  dan kuat lentur beton.&#13;
&#13;
Kata kunci  :   serat tebu, fas, kuat tarik lentur, kuat tarik belah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117772</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-08 11:09:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-08 11:09:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>