ALTERNATIF PERENCANAAN PLAT LANTAI DOUBLE T PADA JEMBATAN KRUENG JREU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ALTERNATIF PERENCANAAN PLAT LANTAI DOUBLE T PADA JEMBATAN KRUENG JREU


Pengarang

Suhadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101020134

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penulisan Tugas Akhir ini berjudul "Alternatif Perencanaan Plat Lantai Double T Pada Jembatan Krueng Jreu". Jembatan Krueng Jreu ini merupakan jembatan kelas 1. Panjang jembatan 165 meter yang terdiri dari 3 bentang, yang masing-masing bentang panjangnya 55 meter. Jembatan ini terdiri dari dua jalur, lebar lantai kendaraan 7.00 meter dan lebar trotoar 2x100 meter. Objek yang akan ditinjau dalam perencanaan ini adalah plat lantai, karena permasalahan pada jembatan tersebut adalah tidak baiknya ketahanan plat lantai akibat beban yang bekerja. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk membandingkan volume beton antara plat lantai double T prestress, plat prestress dan plat lantai double T nonprestress. Perhitungan plat lantai jembatan memakai metoda elastis dan dikontrol dengan metoda ultimit. Dalam perencanaan beton prategang, pembebanan tidak hanya ditinjau berdasarkan beban ekstemal seperti beban mati dan beban hidup, tetapi juga terhadap kombinasi dari beban-beban tersebut dengan gaya prategang yang bekerja pada penampang beton. Diantara tahap pembebanan tersebut yang paling kritis biasanya pada tahap sesaat setelah tendon baja ditegangkan dan pada masa pelayanan. Sistem penegangan tendon baja prategang menggunakan sistem pretensioning dimana penarikan tendon dilakukan sebelum pengecoran beton ke dalam acuan. Mutu beton untuk plat lantai digunakan K500, sedangkan untuk abutmen, wingwall dan pilar cor di tempat digunakan K250. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa volume plat lantai double T prestress sebesar 2,659 m',
plat lantai prestress sebesar 5,625 m3 dan plat lantai double T nonprestress sebesar
3,262 m3. Jumlah strand yang digunakan untuk plat lantai double T prestress adalah
42 strand yang terbagi atas 6 x 7 strand dan untuk plat lantai prestress adalah 35 strand yang terbagi atas 5 x 7 strand, sedangkan untuk plat lantai double T nonprestress hanya menggunakan tulangan pokok 4 D 28 mm. Dengan demikian plat lantai double T prestress lebih ekonomis dari pada plat lantai prestress dan plat lantai double T nonprestress.



Kata kunci : Plat lantai double T prestress, plat prestress dan plat lantai double T
nonprestress.










Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK