Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG 20 KV TERHADAP PENYALURAN DAYA DARI GARDU INDUK BANDA ACEH
Pengarang
Irwansyah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
01040105020018
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gangguan pada penyulang tegangan menengah 20 kV dapat terjadi karena adanya hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah, lamanya gangguan yang terjadi akan mengganggu bahkan merusak sistem pada penyulang tegangan menengah 20 kV, untuk mengatasi gangguan hubung singkat pada suatu sistem, disini sangat diperlukan peral atan pengaman (protection) dimana bagian peralatan pengaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah relay,yaitu dengan melakukan penyettingan alat-alat proteksi diantarnya adalah relay arus lebih (OCR) dan relay gangguan tanah (GFR) yang terpasang di incoming trafo tenaga (dekat rel 20 kV GI) dan dipenyulang 20 kV dengan nilai arus dan waktu kerja relay yang tepat sesuai dengan hasil yang diharapkan, sehingga keandalan sistem penyulang tegangan menengah 20 kV dalam penyaluran energi listrik dapat lebih terjamin secara optimal dengan tetap berpedoman pada desain kriteria dari masing-masing peralatan, maka untuk menjalankan fungsinya dengan baik kedua relay tersebut harus bekerja dengan cepat dan selektif. Dari hasil perhitungan berapa besarnya arus gangguan hubung singkat ditiap lokasi gangguan, digunakan sebagai acuan dalam melakukan penyettingan relay proteksi sesuai dengan karakteristik dari relay itu sendiri, hal ini penyettingan relay arus lebih (OCR) dihitung berdasarkan hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat tiga fasa maksimum sebesar 5157,7 Ampere dengan hasil settingan waktu kerjanya di Incoming 20 kV sebesar 0,233 detik dan di penyulang 20 kV sebesar 0,095 detik dan untuk hasil arus gangguan hubung singkat dua fasa sebesar 4466,7 Ampere dengan hasil settingan waktu kerjanya di Incoming 20 kV sebesar 0,988 detikdan di penyulang 20 kV sebesar 0,207 detik, sedangkan penyettingan relay gangguan
tanah (GFR) dihitung berdasarkan arus gangguan hubung singkat satu fasa
ketanah sebesar 269,6 Ampere dengan hasil settingan waktu kerjanya di Incoming
20 kV sebesar 0,235 detik dan di penyulang 20 kV sebesar 0,157 detik. Hasil ini dihitung berdasarkan lokasi gangguan yang diperkirakan terjadi pada 25%
panjang penyulang, untuk lokasi gangguan yang lain dapat dilihat pada bagian
pembahasan dalam Tugas Akhir ini.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGGUNAAN PEMBATAS ARUS HUBUNG SINGKAT DENGAN REAKTOR SERI JARINGAN DISTRIBUSI 20KV GARDU HUBUNG ULEE KARENG (ALWAN FARRAS, 2021)
KOORDINASI OVER CURRENT RELAY(OCR) DAN GROUND FAULTH RELAY (GFR) PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20KV BANDA ACEH (Hendri Adami, 2024)
OPTIMALISASI RELAY ARUS LEBIH (OCR) SEBAGAI PROTEKSI TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA DI GARDU INDUK BANDA ACEH (Azwani, 2023)
ANALISIS PENGGUNAAN PEMBATAS ARUS HUBUNG SINGKAT DENGAN REAKTOR SERI PADA JARINGAN TRANSMISI DI GARDU INDUK 150KV NAGAN RAYA-MEULABOH (NAHNU RIZAL, 2024)
ANALISIS KEDIP TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN UPT BANDA ACEH AKIBAT GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG BA15 (Muhammad Iqbal Nasir Gade, 2024)