ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN BAJA KARBON S 45 C HASIL PROSES GERINDA RATA TIPE LFS 2213 M/H DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN BAJA KARBON S 45 C HASIL PROSES GERINDA RATA TIPE LFS 2213 M/H DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG


Pengarang

Ibrahim - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041211134

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.942

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proses gerinda adalah suatu proses pemesinan yang merupakan proses finishing dari suatu material atau produk. Pada penelitian ini digunakan batu gerinda jenis Aluminium Oxide (Al2O3) dengan grit size 100. Penggerindaan dilakukan dengan memvariasikan kedalaman potong (a) yaitu 5, I 0, 15,20,25,30,35,40,45,50 (um). Proses gerinda dilakukan untuk menguji kekasaran permukaan dan kerataan permukaan dengan menggunakan cairan pendingin dan tanpa cairan pendingin. Kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan Surf Com 480 A TSK ZEISS dan kerataannya diukur menggunakan Dial Indicator ( Jam ukur). Proses pengukuran kekasaran permukaan dilakukan tegak lurus arah pemotongan dan pengukuran kerataan permukaan menggunakan pola Union Jack. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan terbesar adalah 3,058 um dengan kedalaman potong 50 um tanpa menggunakan cairan pendingin, sedangkan nilai kekasaran permukaan terendah adalah 1,471 um dengan kedalaman potong 5 um menggunakan cairan pendingin. Dari hasi I penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan meningkat dengan semakin besar kedalaman potong. Untuk kerataan permukaan hasil proses gerinda didapat kecekungan terendah adalah -12 um dengan kedalaman potong 5 um menggunakan cairan pendingin, sedangkan kecekungan terbesar adalah -78 um dengan kedalaman potong 50 um tanpa menggunakan cairan pendingin. Tidak ada benda uji yang sempuma rata, karena adanya pengaruh panas dan getaran mesin.

Kata kunci : Gerinda Permukaan, Kekasaran permukaan, Kerataan permukaan


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK