<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117744">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ibrahim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses  gerinda   adalah   suatu  proses  pemesinan   yang  merupakan   proses  finishing dari  suatu  material   atau  produk.   Pada  penelitian   ini digunakan   batu  gerinda  jenis Aluminium    Oxide  (Al2O3) dengan  grit  size  100. Penggerindaan    dilakukan   dengan memvariasikan     kedalaman    potong   (a)  yaitu   5, I 0, 15,20,25,30,35,40,45,50     (um). Proses   gerinda    dilakukan    untuk   menguji    kekasaran    permukaan    dan   kerataan permukaan   dengan   menggunakan    cairan   pendingin   dan  tanpa   cairan   pendingin. Kekasaran      permukaan     diukur     dengan     menggunakan      alat    ukur    kekasaran permukaan    Surf  Com  480  A  TSK  ZEISS   dan  kerataannya    diukur   menggunakan Dial   Indicator  ( Jam  ukur).   Proses   pengukuran    kekasaran   permukaan    dilakukan tegak  lurus  arah  pemotongan   dan  pengukuran   kerataan   permukaan   menggunakan pola  Union Jack.  Hasil  penelitian   menunjukkan   bahwa  nilai  kekasaran   permukaan terbesar   adalah   3,058  um dengan  kedalaman   potong  50 um   tanpa  menggunakan cairan  pendingin,   sedangkan   nilai  kekasaran   permukaan   terendah  adalah   1,471 um dengan    kedalaman    potong   5 um      menggunakan     cairan   pendingin.    Dari   hasi I penelitian   ini menunjukkan    bahwa  nilai  kekasaran   permukaan   meningkat   dengan semakin  besar  kedalaman   potong.  Untuk  kerataan  permukaan   hasil proses  gerinda didapat   kecekungan    terendah   adalah   -12  um    dengan   kedalaman    potong   5 um menggunakan    cairan   pendingin,   sedangkan   kecekungan   terbesar   adalah   -78 um dengan  kedalaman   potong  50 um  tanpa  menggunakan   cairan  pendingin.   Tidak  ada benda  uji yang  sempuma   rata, karena  adanya  pengaruh  panas  dan getaran  mesin.&#13;
&#13;
Kata  kunci : Gerinda  Permukaan,   Kekasaran   permukaan, Kerataan   permukaan&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LATHES</topic>
 </subject>
 <classification>621.942</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117744</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 15:23:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 12:03:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>