MANAJEMEN SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MENGGUNAKAN BUNDARAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MANAJEMEN SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MENGGUNAKAN BUNDARAN


Pengarang

Dewi Fujiarti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010096

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Elektro., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian manajemen Simpang Tujub Ulee Kareng sebelumnya telah dilakukan dengan membuat skenario penggabungan lengan menjadi simpang berlengan empat. Dari basil penggabungan inilah direncanakan manajemen lalu lintas Simpang Tujuh Ulee Kareng dengan menggunakan bundaran. Hasil perencanaan diperoleh desain bundaran dengan jenis bundaran sederhana yang diameter bundarannya 20 meter dan diameter pulau bundaran sebesar 10 meter. Kendaraan rencana truk swnbu tunggal/bis dan kecepatan rencana 25 km/jam. Sementara hasil kinerja simpang basil yang diperoleh saat kepadatan tertinggi arus pagi yaitu pada bagian jalinan AB (antara ruas Jln. Kebun Raja JIn. Mesjid Tuha dengan ruas Jln. Lamreung- JI. Lamgapang) dengan jumlah arus 612 smp/jam, sementara saat kepadatan tertinggi arus siang dan sore terjadi pada bagian jalinan BC (antara ruas Jln. Lamreung- JI. Lamgapang dengan ruas JI. Lamteh) dengan jwnlah arus siang 486 smp/jam dan arus sore 583 smp/jam. Kapasitas tertinggi berada pada Jalinan AB dengan jumlah kapasitas 1739 smp/jam. Derajat kejenuhan tertinggi yaitu pada jalinan BC yaitu 0,353 dengan tundaan 2,952 det/smp dan peluang antrian sebesar 3,70-7,64%. Hasil k.inerja simpang dengan bundaran dinyatakan lebih baik dari perencanaan simpang berlengan empat lanpa sinyal (Salman,
2010). Dengan nilai kinerja diperoleh kapasitas sebesar 4039 smp/jam sementara kapasitas simpang dengan bundaran 6283 smp/jam. derajat kejenuhan 0,55 turun menjadi 0,321 dan tundaan sebesari 5,56 detik menjadi 2,862 detik. Peluang antrian pada simpang berlengan empat tanpa sinyal sebesar 12,86 - 28,0%, sementara pada simpang dengan adanya bundaran menjadi 3,40 - 6,48% pada senin jam puncak pagi



Kata Kunci: Bundaran, Lalu lintas, Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK