<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117725">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN NILAI VOIDS IN MIX (VIM) DENGAN METODE PEMADATANI (PRD) PADA BETON ASPAL BERGRADASI SENJANG (STUDI KASUS PENGAMBILAN AGREGAT KRUENG BARO ACEH SELATAN DAN ALUR GADING ACEH TENGAH PROPINSI ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulida Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kepadatan campuron yang sempurna, kuat dan tahan lama sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan, suhu dan energi pemadatan. Oleh karena itu, metode pemadatan yang mendekati kenyataan di lapangan adnlah Metode Percentage&#13;
Refusal Density (PRD) yaitu pernadatan pada setiap benda uji untuk dipadatkan  pada kondisi akhir (dengan digetarkan), seperti &quot;menolak' untuk menjadi lebih  padat lagl, Penclitian ini dilakukan pada campuran beton aspal bergradasi senjang&#13;
dengan menggunakan agregat dari 2 (dua) lokasi yang berasal dari Krueng Baro Aceh Selatan dan Sungai Alur Gading Aceh Tengah dengan aspal penetrasi 60/70 serta bahan pengisi berupa Portland Cement (PC). Pengujian dilakukan terhadap 30 benda uji untuk Marshall dari 2 lokasi quarry dengan variasi aspal 6%, 6,5%, 7%. 7,5% dan 8% serta 6 benda uji untuk Percentage Refusal Density (PRD).  Penelitian dilakukan di Laboratorium Transportasi Fakultas Teknik Universitas&#13;
Syiah Kuala untuk pengujian Marshall dcngan nilai parameter Marshall untuk material Krueng Baro dengan kadar aspal optimum yaitu 7,10%, nilai bulk density 2,378 tim), VIM 4,910/0, Flou 3,35 mrn, VMA 19,02%, VFB 73,45%, Stabllitas&#13;
1.469,6 kg dan Marshall Quotient 439 kg/mm, serta untuk material dati Sungai  Alur Goding dengan kadar aspal optimum yaitu 7,35%, nilai baik density 2,31  t/m2, VIM 5,00%, Flow 3,51 mm, VMA 19,90%, VFB 79,80%, Stabilitas 1510,39&#13;
kg dan Marshall Quotient 470 kg/mm. Selanjutnya dilakukan pernadatan PRD untuk masing-masing material agregat tersebut dengan kadar aspal pada nilai VIM 6%. Dari hasil pengujian pemadatan PRD untuk material dan Sungai Krueng Bare persen kadar aspal pada VIM 6% adalah 6,9% dengan nilai VIM turun menjadi 3,76%, kadar aspal 6,4% nilai VIM menjadi 5,550/0, dan kadar aspal 7,4% nilai VIM turun mcnjadi 2.46%. Sementara itu, untuk material dan Sungai Alur Gading&#13;
persen kadar aspal pada VIM 6% adalah 6,7% dengan nilai VlM turun menjadi 2.680/0. kadar aspol 6,2% nilai VIM menjadi 4,00%, dan kedar aspal 7.2% nilai VIM turun menjadi 1.64%. Dan hasil penclitian diperoleh bahwa semakin besar kadar aspal optimum semakin kecil nilai VIM yang didapat serta semakin besar nilai abrasi agregat rnaka semakin besar penurunan nilai VIM PRD.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGGREGATES (MATERIALS) - MATERIALS SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>620.191</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 11:20:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-04 12:50:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>