SIMULASI UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN ABSORPSI DENGAN MEMANFAATKAN GAS BUANGRNSEBAGAI SUMBER KALOR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SIMULASI UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN ABSORPSI DENGAN MEMANFAATKAN GAS BUANGRNSEBAGAI SUMBER KALOR


Pengarang

Wisda Kurniawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0141210130

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan refrigerasi yang semakin meningkat serta harga energi bahan bakar yang semakin mahal membuat berbagai energi alternatif digunakan untuk refrigerasi. Salah satu energi alternatifyang digunakan adalah energi gas buang. Untuk memungknikan penggunaan energi ini, maka sistem refrigerasi yang digunakan adalah sistem refrigerasi absorpsi. Perbedaan utama yang terdapat antara sistem refrigerasi absorpsi ini dengan sistem refrigerasi kompresi uap yang umum digunakan adalah pada proses penaikan tekanan refrigerannya. Sistem absorpsi ini menggunakan amonia sebagai refrigeran dan air sebagai absorben. Terdapat langkah- langkah yang perlu dilakukan dalam analisis dan simulasi sistem absorpsi ini. Dalam menganalisa sistem ini, perlu diperhatikan konsentrasi refrigeran dan absorbennya. Selain itu perlu dianalisa perpindahan panas pada komponen-komponen utama sistem. Dari simulasi yang telah dilakukan, nilai COP minimun yang diperoleh adalah sebesar 0,31 dengan temperatur
generator sebesar 100C, temperatur evaporator sebesar -15c, temperatur kondeser sebesar
35''c, dan temperatur absorber sebesar 25'c. Adapun COP maksimum yang diperoleh adalah sebesar 0,74 dengan temperatur generator sebesar 10('C, temperatur evaporator sebesar 5''c temperatur kondenser sebesar 35'C, dan temperatur absorber sebesar 15'C. Hasil ini diperoleh
dengan menggunakan variasi dari temperatur masing-masing komponen siklus absorpsi. Dari
analisa dan simulasi yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa temperatur pada komponen utama siklus absorpsi yaitu generator, kondenser, evaporator, dan absorber sangat mempengaruhi nilai COP. Selain itu, konsentrasi dari larutan amonia-air juga mempengaruhi nilai COP sistem absorpsi tersebut.


Kata Kunci : Absorpsi, COP, Refrigerasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK