Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Supriadi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0305101020042
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : ., 2008
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem lnformasi Geografis untuk Menganalisis Perubahan Tutupan Lahan di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar (di bawah bimbingan Bapak Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D sebagai ketua dan Bapak Muhammad Rusdi, SP., M.Si sebagai anggota).
Lokasi Penelitian adalah di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pengolahan data citra satelit dilakukan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Program Studi llmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis citra yang dipandukan dengan Sistem lnformasi Geografis (SIG) dan melalui perangkat lunak ERDAS yang digunakan untuk klasifikasi terbimbing dan perangkat lunak Arc GIS digunakan untuk analisis tutupan lahan.
Tutupan lahan di Kecamatan Peukan Sada berdasarkan hasil klasifikasi citra
SPOT sebelum tsunami menghasilkan kelas tutapan lahan berupa pemukiman seluas 28,53 ha, hutan 1.576,99 ha, persawahan 1.602,83 ha, dan lahan terbuka 38,94 ha serta badan air 198,98 ha. Tutupan lahan setelah tsunami adalah hutan seluas 2.516,95 ha, dan lahan terbuka 270,33 ha serta badan air 1.055,30 ha.
Tutupan lahan di Kecamatan Peukan Sada berdasarkan hasil analisis citra SPOT sebelum tsunami adalah lahan tambak seluas 331,57 ha, pemukiman 312,34 ha, kebun campuran 236,50 ha, persawahan 512,22 ha, hutan 2.322,17 ha, bakau
37,08 ha, dan lahan terbuka 72,11 ha serta badan air seluas 18,64 ha. Setelah tsunami tutupan lahan adalah pemukiman 116,74 ha, hutan 2.287,71 ha, dan lahan terbuka 92,37 ha serta badan air seluas 472,82 ha.
Lahan terbuka telah mengalami perubahan/peningkatan sekitar 890,25 ha atau 12 kali dibandingkan kondisi sebelum tsunami. Pemukiman/Areal terbangun mengalami perubahan sekitar sekitar 195,60 ha. Hutan mengalami penurunan sekitar 34,46 ha serta badan air mengalami peningkatan sekitar 457,18 ha atau 24 kali dibandingkan kondisi sebelum tsunami.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERUBAHAN GARIS PANTAI TIMUR LAUT ACEH DI KABUPATEN ACEH BESAR DAN PIDIE PADA TAHUN 2002- 2014 (Ridha Riani Zahara L, 2017)
KORELASI NILAI MATA KULIAH PENGINDERAAN JAUH DAN KARTOGRAFI DENGAN NILAI MATA KULIAH SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH (NINING SRI WARDANI, 2015)
ANALISIS TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA ALOS DI TELUK LANGSA, PROPINSI ACEH (Syahrul Fatahussani, 2021)
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE PROVINSI ACEH TAHUN 2005-2014 MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH (NOVITA YUNI, 2015)
ANALISIS DATA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MANGROVE DI PESISIR UTARA ACEH BESAR (Kamisnuddin, 2023)