<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117705">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA TONSILITIS KRONIS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marissa Nadelia Pramesti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tonsilitis kronis adalah peradangan tonsil yang menetap sebagai akibat infeksi akut atau sublikinis yang berulang. Beberapa faktor risiko terjadinya tonsillitis kronis adalah kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat, oral hygiene, asap rokok, kelelahan fisik, riwayat ISPA, kebiasaan minuman dingin, stress dan pengobatan tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terjadinya tonsilitis kronis pada pasien di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang terdata dari bulan Januari 2022 – April 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel  yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil yang didapat dari 60 sampel bahwa mayoritas responden berusia 18-25 tahun berjumlah 33 sampel (55%) dan minoritas berusia 36-45 tahun sebanyak 1 sampel (1,7%), jenis kelamin sampel perempuan (65%) dan laki-laki (35%). Berdasarkan hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa penyebab terjadinya tonsillitis kronis pada sampel penelitian disebabkan oleh  faktor kebiasaan konsumsi makanan  tidak sehat dengan nilai p-value 0,002, oral hygiene dengan nilai p-value 0,004, asap rokok dengan nilai p-value 0,012, riwayat ISPA dengan nilai p-value 0,002 dan kebiasaan minuman dingin dengan nilai p-value 0,003. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara faktor risiko kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat, oral hygiene, asap rokok, riwayat ISPA, dan kebiasaan minuman dingin dengan terjadinya tonsilitis kronis di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Tonsilitis Kronis, Faktor Risiko, Oral Hygiene&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TONSILITIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.314</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117705</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-06 16:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-07 15:16:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>