<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117692">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN METODE KEMOMETRIK UNTUK TEKNOLOGI NEAR INFRARED REFLECTANCE SPECTROSCOPY (NIRS) PADA PENGUJIAN KUALITAS MINYAK NILAM ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aris Munandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Doktor Ilmu Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selama ini, kualitas minyak nilam dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang biayanya mahal dan membutuhkan waktu yang agak lama. Sehingga diperlukan identifikasi yang cepat, mudah, praktis, dan murah. Salah satunya metode yang sedang dikembangkan untuk menganalisis produk pertanian dan pangan yaitu teknologi Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). Tujuan dari penelitin ini yaitu: mempelajari fitur spektrum NIRS minyak nilam, minyak pencampur, dan minyak nilam campuran; membangun model pendugaan kadar patchouli alcohol (PA); membangun model pendugaan kadar bahan pencampur dalam minyak nilam; dan mengembangkan dan membandingkan beberapa pretreatment spektrum dalam mendukung ketangguhan model yang dibangun.&#13;
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Minyak nilam, minyak terpentin, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan minyak keruing; micropipet, magnetic stirrer, Rotary Vacum Evaporator, FT-NIR Thermo Nicolet Antaris II TM, software The Unscrambler 10.4, dan peralatan laboratorium lainnya. Kandungan kimia dari hasil akuisisi spektrum NIRS diterjemahkan dengan menggunakan analisis kemometrik. Analisis kemometrik dalam penelitian ini dipergunakan untuk pengecekan data outlier, pretreatment spektrum, pembuatan model kuantitatif, dan validasi model. Pengecekan data outlier menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) dan Hotelling T² Ellipse. Pretreatment spektrum menggunakan metode Mean Normalization (MN), De-trending (DT), dan Standard Normal Variate (SNV). Pembuatan model kalibrasi menggunakan metode Principal Component Regression (PCR) dan Partial Least Squares (PLS); dan validasi model menggunakan metode independen validation.&#13;
Hasil penelitian menjelaskan bahwa teknologi NIRS dengan metode kemometrika membuka peluang pengembangan standar mutu untuk minyak nilam. Teknologi NIRS mampu menduga molekul-molekul secara umum dalam minyak nilam. Secara analisis spektrum, minyak nilam yang dicampurkan dengan minyak lain di atas 50% cenderung akan mengalami perubahan fitur spektrum. Analisis lanjutan menggunakan kemometrik mendapatkan bahwa untuk pendugaan kadar PA minyak nilam, teknologi NIRS berhasil mendapatkan model kalibrasi (RPD &gt;2) namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk model validasi. Untuk pendugaan kadar bahan pemalsu dalam minyak nilam, teknologi NIRS berhasil menduga kadar bahan pemalsu dalam minyak nilam terutama untuk model kalibrasi (RPD &gt;3), namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk model validasi. Penambahan pretreatment spektrum pada model pendugaan kadar PA belum mampu meningkatkan ketangguhan model kalibrasi. Sedangkan penambahan pretreatment spektrum pada model pendugaan kadar bahan pencampur cenderung meningkatkan ketangguhan model kalibrasi namun belum begitu memuaskan untuk peningkatan model validasi. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa pencampuran minyak nilam dengan minyak keruing cenderung lebih sulit dideteksi dibandingkan dengan menggunakan minyak terpentin, minyak kelapa sawit, dan minyak kelapa.&#13;
&#13;
Kata kunci: Minyak nilam, NIRS, PCR, PLS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117692</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-06 12:30:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-06 16:05:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>