<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117683">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PENGERINGAN BIJI KAKAO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Muthalib</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pengeringan biji kakao secara tradisional adalah penjemuran dengan memanfaatkan  energi panas  matahari  secara  langsung, penjemurannya  biasa dilakukan diatas alas plastik ataupun diatas lantai semen.  Kelemahan pengeringan secara  tradisional yaitu  temperatur yang  diterima  oleh  biji  kakao  tidak sama antara   bagian   atas   dengan   bagian   bawah,   biji   kakao  yang   dikeringkan memerlukan  pembalikan,   disamping   itu   penjemuran  ditempat   terbuka  dapat dengan mudah  terkena kotoran hewan,  debu  dan diganggu  oleh hama.  Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan alat pengering tipe terowongan yang dilengkapi dengan plat kolektor surya. Alat pengering tersebut diharapkan dapat bekerja  dengan  baik sehingga dapat  mempertahankan  kualitas dari  biji  kakao. Pada alat pengering tersebut juga dipasang turbin ventilator yang bertujuan untuk membantu sirkulasi udara dalam ruang pengering dan diharapkan akan mempercepat proses pengeringan.  Temperatur tertinggi yang dapat dicapai oleh alat pengering ini adalah 79° C, yaitu  temperatur pada permukaan plat kolektor. Sedangkan temperatur tertinggi pada pengeringan tradisional adalah 36°C. Pengeringan dengan  menggunakan alat pengering  membutuhkan waktu 8,5 jam. Sedangkan pengeringan secara tradisional membutuhkan waktu 25,5 jam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CACAO - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL MACHINERY</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117683</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-06 11:28:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-06 16:07:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>