<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117654">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SELF-STIGMA DENGAN GANGGUAN DEPRESI PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanifa Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis akibat adanya pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Orang dengan epilepsi seringkali menerima pandangan negatif dan diskriminasi dari lingkungan. Hal ini akan menjadi self-stigma ketika mereka menginternalisasikan dan menerapkannya kepada diri sendiri. Self-stigma dapat berkembang menjadi gangguan emosional berupa depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat self-stigma, gangguan depresi, dan hubungan keduanya pada pasien epilepsi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2023 di Poliklinik Saraf RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh secara Consecutive Sampling. Penilaian tingkat self-stigma menggunakan kuesioner Internalized Stigma of Epilepsy (ISEP) dan gangguan depresi menggunakan kuesioner The Neurological Depression Inventory for Epilepsy (NDDI-E). Penelitian ini melibatkan tiga puluh empat pasien epilepsi sebagai sampel penelitian. Pada penelitian ini didapatkan gambaran tingkat self-stigma rendah (23,5%), sedang (76,5%), dan tinggi (0,0%). Pada gangguan depresi didapatkan pasien epilepsi yang mengalami gangguan depresi (44,1%) dan yang tidak mengalami gangguan depresi (55,9%). Analisis uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat self-stigma dengan gangguan depresi pada pasien epilepsi (p-value= 0,004) dengan koefisien korelasi (r=0,442). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat sedang antara self-stigma dengan gangguan depresi pada pasien epilepsi.&#13;
Kata Kunci: Epilepsi, Self-stigma, Gangguan Depresi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117654</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 16:01:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 16:43:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>