PENJADWALAN PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK KONSTRUKSI YANG REPETITIF DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR SCHEDULING METHOD (LSM) (STUDI KASUS PADA RUMAH TIPE 36) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENJADWALAN PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK KONSTRUKSI YANG REPETITIF DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR SCHEDULING METHOD (LSM) (STUDI KASUS PADA RUMAH TIPE 36)


Pengarang

Imanda Ridha - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0641120126

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perancangan ini berjudul Penjadwalan Pekerjaan Struktur Pada Proyek Konstruksi Yang Repetitif dengan Menggunakan Linear Schedulmg Method (LSM). Studi Kasus Pada Rumah Tipe 36. Perancangan dilakukan pada 6 (enam) unit rumah
bantuan tipe 36 yang dibangun oleh P2KP di Desa Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala Kola Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam. Tujuan perancangan ini adalah menyusun penjadwalan waktu dan tenaga kerja menggunakan metode penjadwalan
berulang, menghindari fluktuasi tenaga kerja serta mengurangi atau membatasi jumlah tenaga kerja yang menganggur dalam menyelesaikan suatu kegiatan pada pekerjaan yang beruJang. Metode perancarigan yang digunakan berupa analisa
jaringan kerja menggunakan Linear Scheduling Method (LSM). Perancangan ditekankan pada pola penggunaan sumber daya manusia pada sebuah proyek. Pengolahan data dalam analisa jaringan kerja LSM menggunakan alat bantu perangkat lunak MIcrosoft Excel 2003. Sedangkan produkuvitas tenaga kerja untuk menentukan jumlah tenaga kerja menggunakan analisa BOW. Perancangan ini menghasilkan lama waktu penyelesaian pekerjaan struktur keseluruhan untuk 6 (enam) unit rumah selama 22 (dua puluh dua) hari. Sedangkan pengaturan tenaga kerja ditampilkan dalam bentuk histogram dan kurva S Kebutuhan tenaga kerja tertinggi terdapat pada hari ke 10 sebanyak 221 (dua ratus dua puluh satu) orang. Serta adanya work break dan lag lime pada diagram LSM yang menunjukkan adanya waktu penundaan untuk dimulainya suatu kegiatan. Pernerataan tenaga kerja
diperoleh setelah dilakukannya pergeseran waktu mulai dan kegiatan unit-unit F untuk menghilangkan work break, penambahan jumlah tenaga kerja pada kegiatan unit-unit G sebanyak 2 (dua) kali lipat serta pengunduran muJainya pekerjaan H pada
unit Fl (unit pertama) untuk menghindari Iluktuasi tenaga kerja pada han ke 15. Jumlah tenaga kerja yang ditarnpilkan pada histogram di rubah kedalam bentuk grafik garis lengkung dan kemudian dibandingkan dengan grafik lonceng kebutuhan
tenaga kerja maksimum, sebingga didapat bentuk diagram LSM, histogram dan grafik garis lengkung yang mendekati grafik lonceng untuk masing-masing alternatif sehingga didapat alternatif ke-4 dengan selisih tenaga kerja puncak terkecil yaitu 2
dengan alternatif-alternatif lain yaitu alternatif ke-l sebesar 43, alternatif ke-2 dengan 49 dan alternatif ke-3 sebesar 9 orang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK