<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117648">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMAHAMAN PERUSAHAAN JASA KONSULTANSI PADA PROSES LELANG SECARA E-PROCUREMENT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Makmun Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses lelang dilakukan dengan cara konvensional dimana langsung  mempertemukan pihak-pihak yang terkait dalam pengadaan seperti penyedia barang/jasa dan pengguna barang/jasa atau panitia pengadaan. Lelang yang dilakukan secara konvensional dinilai memiliki beberapa kelemahan yang banyak merugikan seperti mudahnya praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) berkembang, serta kurang transparan, Dalam usaha untuk menutup kelemahan-kelemahan&#13;
dan kesulitan dalam proses pengadaan secara konvensional serta untuk  mewujudkan pengadaaan barang/jasa yang efisien dan efektif perlu dimanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam proses pengadaan barang/jasa tersebut, salah satunya adalah dengan penerapan E- Procurement. Penerapan lelang seeara  E-Procurement pada saat ini menjadi kebutuhan bagi perusahaan konsultansi, mengingat manfaatnya yang cukup banyak dibanding dengan cara konvensional, yaitu terjadinya peningkatan efisiensi dalam hal meminimalkan waktu pelaksanaan, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan manajemen  informasi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman  Perusahaan Jasa Konsultansi dalam mengikuti lelang secara e-procurement. Penulisan ini merupakan penelitian yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner&#13;
kepada 29 Perusahaan konsultan dari 40 perusahaan yang telah dipilih secara  acak Pengolahan data menggunakan perhitungan statistik dengan memakai  analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, nilai persentase kesiapan&#13;
terendah adalah pada proses masa sanggah (hasil prakualifikasi) dan proses masa  sanggah pengumuman pemenang dengan nilai sebesar 31,03%. Nilai persentase  konsultan mengalami kesulitan mengikuti aanwijzing secara online pada website&#13;
sebesar 27,59%. Dari hasil analisis deskriptif secara umum responden didapat persentase pemahaman konsultan sebesar 93,33%, berdasarkan intepretasi skor  menunjukkan tingkat kepahaman konsultan dalam mengikuti proses lelang secara E-Procurement sudah sangat baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117648</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 15:37:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 15:37:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>