HUBUNGAN KADAR ASAM URAT SERUM DENGAN KEJADIAN BATU GINJAL DI RSUDZA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KADAR ASAM URAT SERUM DENGAN KEJADIAN BATU GINJAL DI RSUDZA BANDA ACEH


Pengarang

Erna Rahmawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Jufriady Ismy - 197610292005011003 - Dosen Pembimbing I
Ratna Idayati - 197412271999032003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2007101010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.622

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Batu ginjal merupakan proses terjadinya pembentukan endapan keras pada ginjal yang berasal dari garam mineral. Prevalensi batu ginjal mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir. Tingginya kadar asam urat serum dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal. Hal ini disebabkan karena terjadinya proses kristalisasi asam urat yang membentuk batu di ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar asam urat serum dengan kejadian batu ginjal di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Data penelitian ini diambil melalui rekam medis dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 62 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu uji koefisien kontingensi antara kadar asam urat serum dengan kejadian batu ginjal dengan hasil bermakna bila P-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien batu ginjal lebih tinggi terjadi pada laki-laki sebanyak 23 orang (37,1%), pasien batu ginjal terbanyak pada rentang usia 36-45 tahun sebanyak 9 orang (14,5%), pasien batu ginjal banyak yang mengalami hiperurisemia yaitu 28 orang (45,2%) dan pasien batu ginjal yang tidak mengalami hiperurisemia berjumlah 3 orang (4,8%). Hasil uji koefisien kontingensi didapatkan P-value sebesar 0,000 yang menandakan kedua variabel berhubungan. Kesimpulan penelitian ini adalah kadar asam urat serum berhubungan dengan kejadian batu ginjal di RSUDZA Banda Aceh.

Kidney stones are the result of the formation of hard deposits in the kidneys derived from mineral salts. The prevalence of kidney stones has increased in recent decades. High serum uric acid levels can lead to kidney stones. This is due to the occurrence of the process of crystallization of uric acid that forms stones in the kidneys. The study aims to find out the relationship between serum uric acid levels and kidney stones in RSUDZA Banda Aceh. This research is analytical with cross sectional methods. The research data was taken through a medical record with sampling using purposive sampling of 62 samples. The data analysis used is a contingency coefficient test between serum uric acid levels and the occurrence of kidney stones with a meaningful result when the P-value < 0.05. The results of this study showed that patients with higher kidney stones occurred in 23 males (37.1%), patients with the highest renal stones in the 36–45-year-old range were 9 (14,5%), patients with many kidneys with hyperuricemia were 28 (45,2%) and patients with non-hyperuricemia were 3 (4.8%). The conclusion is that serum uric acid levels are linked to kidney stones in RSUDZA Banda Aceh.

Citation



    SERVICES DESK