<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117621">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN  ABU TEMPURUNG KELAPARNRNTERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG  MONTASIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tarmizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah yang digunakan pada penelitian  ini  adalah tanah  lempung  Desa Cot Seunong, Montasik.  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  pengaruh nilai CBR setelah distabilisasikan dengan abu tempurung kelapa. Menurut klasifikasi AASHTO  tanah  tersebut  tergolong jenis  tanah   berlempung  dengan  simbol kelompok  A-7-6  (47),  sedangkan menurut  klasifikasi  USCS tanah tersebut temasuk golongan  tanah lempung dengan indeks plastisitas tinggi yaitu 49,88% dan diberi simbol  CH  Clay  High).  Tempurung  kelapa  diperoleh   di  daerah Peunayong,  Banda Aceh.  Tempurung kelapa dibakar di  atas  hamparan seng selama ±3 jam  sampai benar-benar menjadi  abu.  Penambahan abu tempurung kelapa pada pengujian  ini dilakukan dengan  variasi  0%,  3%,  6%,  9% dan 12% dari berat volume kering. Hasil pengujian pemadatan (Proctor) dapat menurunkan kadar air optimum dan meningkatkan berat volume kering maksimum terhadap penambahan abu tempurung kelapa.  Pengujian CBR dilakukan dengan menggunakan alat uji  CBR (California  Bearing  Ratio)  test. Jumlah benda uji adalah 20 sampel, yaitu 10  sampel pada kondisi  tidak terendam dan 10 sampel pada kondisi  terendam selama 4 hari dengan mengukur nilai pengembangannya. Benda uji tersebut dibuat pada kondisi kadar air optimum (OMC) dari pengujian pemadatan. Pada pengujian CBR tidak terendam (unsoaked), jumlah persentase&#13;
kenaikan nilai CBR dari  0% sampai  12% adalah sebesar 50,61%, sedangkan pada&#13;
CBR terendam (soaked jumlah  persentase  kenaikan nilai CBR dari 0% sampai&#13;
12%  adalah sebesar 159,49%.  Nilai pengembangan tanah  pada pengujian  CBR terendam juga mengalami penurunan, namun hanya sampai pada persentase 9%. Dengan demikian penggunaan abu tempurung kelapa dalam penelitian ini cukup efektif dan menguntungkan diantaranya  dapat menaikkan nilai  CBR terendam&#13;
maupun tidak terendam, menurunkan nilai pengembangan tanah dan meningkatkan  daya  dukung  tanah.   Penggunaan abu  tempurung  kelapa  ini disamping  lebih ekonomis juga dapat  mengurangi banyaknya limbah di  kota Banda Aceh dan sekitarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117621</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 10:26:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 10:26:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>