PENYERAP SUARA (SOUND BARRIER) LALU LINTAS MENGGUNAKAN DINDING BETON DENGAN DUA VARIASI VENTILASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENYERAP SUARA (SOUND BARRIER) LALU LINTAS MENGGUNAKAN DINDING BETON DENGAN DUA VARIASI VENTILASI


Pengarang

Darma Kurniawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404102010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyerapan suara pada panel beton (barrier) dengan dua bentuk ventilasi yang berbeda yang dilakukan pada Jalan Malahayati kota Banda Aceh. Langkah awal yaitu menghitung tingkat volume lalu lintas dengan mencatat setiap kendaraan yang melintas di jalan tersebut selama 3 (tiga) hari, setelah dilakukan pengamatan maka di dapatkan 7393 kendaraan yang melintas pada hari pertama, 7145 kendaraan pada hari ke dua, dan 7284 kendaraan pada hari ke tiga. Pengukuran tingkat penyerapan suara dengan menggunakan sampel uji yang menjadikan fungsi sebagai media penahan suara (sound barrier) dengan menggunakan alat Sound Analyzer dengan metode 1/3 oktaf, renlang waktu 15 menit setiap satu kali pengambilan data, dengan terlebih dahulu menghitung tingkat kebisingan latar (background noise) yaitu rata-rata 79 dBA. Berdasarkan hasil pengujian dengan menghitung tingkat kebisingan latar (background noise) sebagai parameter untuk memudahkan dalam menghitung tingkat kemampuan penyerapan suara dari dua jenis barrier tersebut di dapatkan perbandingan tingkat persentase yang berbeda yaitu rata- rata I4 dBA atau 18 % tingkat suara yang diserap oleh barrier dengan ventilasi miring dan rata-rata 18 dBA atau 23 % yang mampu diserap oleh barrier dengan ventilasi zig-zag. Maka dapat di simpulkan bahwa penyerap suara (barrier) dengan ventilasi zig-zag lebih efesien dalam menyerap suara di bandingkan dengan barrier dengan menggunakan bentuk ventilasi miring, hal ini di sebabkan oleh bentuk ventilasi dan cara ventilasi itu menerima bunyi.

Kata kunci: Volume lalu lintas, kebisingan, penyerap suara (sound barrier).


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK