PENGARUH PENGGUNAAN PROPORSI AGREGAT KASAR, AGREGAT HALUS DAN FILLER UNTUK MENDAPATKAN KADAR ASPAL OPTIMUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN PROPORSI AGREGAT KASAR, AGREGAT HALUS DAN FILLER UNTUK MENDAPATKAN KADAR ASPAL OPTIMUM


Pengarang

Said khaizir - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0641120159

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tugas akhir ini berjudul Pengaruh Penggunaan Proporsi Agregat Kasar, Agregat Halus, dan Filler untuk Mendapatkan Kadar Aspal Optimum. Penelitian ini dibagi dalam lima variasi campuran aspal beton. Variasi tersebut yaitu fraksi kasar, fraksi halus, filler (66%, 29%, 5%), (60%, 34%, 6%), (56%, 36,5%, 7,5%), (51%,
40%, 9%), dan (35%, 44%, 10%). Setiap variasi komposisi dicampur dengan kadar aspal yaitu 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Material yang digunakan adalah agregat batu pecah yang berasal dari Desa Lampisang, Indrapuri Aceh Besar, aspal penetrasi 60/70, filler debu batu agregat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kadar aspal optimum pada berbagai proporsi agregat kasar, agregat halus, dan filler sesuai dengan proporsi campuran yang dihasilkan. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Transportasi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala menunjukkan variasi I dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,15% didapat nilai stabilitas 880,39 Kg, flow 3,22 mm, kepadatan 2,48 gr/cm3, VMA
17,73%, VIM 3,92%, VFB 79,37%, MQ 2,68 KN/mm. Variasi Il dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,20% didapat nilai stabilitas 872,73 Kg, flow 3,28 mm, kepadatan 2,36 gr/cm', VMA 17,78%, VIM 3,85%, VFB 79,82%, MQ 2,61 KN/mm. Variasi III dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,25% didapat nilai stabilitas
869,05 Kg, flow 3,19 mm, kepadatan 2,36 gr/em, VMA 17,81%, VIM 3,77%, VFB
80,31%, MQ 2.69 KN/mm. Variasi IV dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) 6,30%
didapat nilai stabilitas 805,48 Kg, flow 3,24 mm, kepadatan 2,36 gr/cm', VMA
17,63%, VIM 3,43%, VFB 82,12%, MQ 2,44 KN/mm. Variasi V dengan Kadar
Aspal Optimum (KAO) 6,35% didapat nilai stabilitas 793,19 Kg, flow 3,29 mm, kepadatan 2,36 gr/cm3, VMA 17,64%, VIM 3,32%, VFB 82,58%, MQ 2,36 KN/mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KAO yang diperoleh dari masing-masing variasi proporsi agregat kasar, agregat halus. dan filler semakin tinggi. Nilai stabilitas dan nilai volume rongga dalam campuran beton aspal (VIM)
semakin rendah, hal ini dipengaruhi oleh bertambahnya agregat halus dan berkurangnya agregat kasar sehingga mengakibatkan jumlah luasan permukaan agregat halus yang dilapisi aspal lebih banyak di banding agregat kasar.






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK