<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117592">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN FUNGSI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH TERHADAP PENGAWASAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khasnan Rafiqa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dewan Perwakilan Rakyat Aceh sebagai wakil rakyat mempunyai wewenang dalam pengawasan terhadap kebijakan pemerintahan daerah khususnya dalam pembangunan infrsatruktur pendidikan. Permasalahan yang terjadi sekarang masih terdapat sekolah-sekolah yang belum dijangkau dalam pembangunan infrastruktur, dan juga masih terdapat pembangunan yang tiap tahunnya sama. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam melaksanakan fungsi pengawasan tentunya harus optimal agar dapat meminimalisir permasalahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh terhadap pengawasan pembangunan infrastruktur pendidikan, dan hambatan apa saja yang ditemui saat melakukan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan. Penelitian ini menggunakan teori pengawasan dari Robert J. Mokcler dalam Kususma dan teori infrastruktur dari Kodoatie dalam Adrison. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan. keterbatasan data dan akses wilayah menjadi hambatan dalam pengawasan pembangunan infrstruktur pendidikan. Diharapkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh bisa meningkatkan kualitas layanan yang berorientasi kepada masyarakat, serta dapat melengkapi sarana prasarana pendidikan yang berkesesuaian.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pengawasan, Infrastruktur Pendidikan, Kualitas, Dinas Pendidikan Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117592</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-04 12:00:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-04 12:20:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>