<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117542">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA KETUBAN PECAH DINI DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI KAMAR BERSALIN RUMAH SAKIT UMUM ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irna Miswari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketuban pecah dini merupakan salah satu masalah dalam bidang obstetri. Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sehingga keluarnya cairan berupa air dari vagina sebelum proses persalinan schingga menyebabkan ibu partus&#13;
dalam 24 jam setelah onset hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh  sebelum waktunya rnelahirkan. bila ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37  minggu disebut dengan ketuban pecah dini pretenn. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis hubungan ketuban pecah dini dcngan kejadian berat bayi lahir rendah. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel  penelitian adalah ibu bersalin periode 1 Januari 2011-31 Desember 2011 yang&#13;
diperoleh dari buku register kamar bersalin dan rekam medik Rumah Sakit Umum  Daerah dr. Zainocl Abidin Banda Aceh dcngan jumlah sampel 90 ibu bersalin.  Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yang menggunakan analisa  statistik dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi  pasien ketuban pecah dini yang hasil luaran berat bayi lahir rendah sebanyak 16  sampel (9%) dan pasien yang tidak ketuban pecah dini dengan hasil luaran berat bayi  lahir rendah sebanyak 23 sampel (13 %). Hasil lain yang diperoleh adalah tidak  terdapatnya hubungan yang bennakna antara ketuban pecah dini dengan berat bayi  lahir rendah, dcngan nilai uji statistik chi square p= 0.205 (p &gt; 0.05). Kesimpulan: tidak terdapatnya hubungan ketuban pecah dini dengan berat bayi lahir rendah  &#13;
&#13;
Kata kunci   :   ketuban pecah dini, berat bayi lahir rendah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PREGNANCY COMPLICATIONS - OBSTETRICS</topic>
 </subject>
 <classification>618.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117542</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 16:03:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-30 16:25:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>