<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117533">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA PADA DAGING AYAM DI PASAR TRADISIONAL LAMBARO ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Selvia Giovani Br Manurung</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Sektor perunggasan merupakan salah satu industri yang tumbuh paling cepat di seluruh dunia. Pertumbuhan pada sektor ini dipengaruhi oleh permintaan daging ayam yang terus meningkat di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang dan Asia. Konsumsi global daging unggas telah meningkat dari 11 kg per orang pada tahun 2000 menjadi 14,4 kg pada tahun 2011 dan diperkirakan akan mencapai 17,2 kg per kapita pada tahun 2030. Penggunaan antibiotik di peternakan unggas menyebabkan terjadinya peningkatkan potensi residu antibiotik pada daging dan telur ayam, serta dapat memicu resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya residu antibiotik golongan aminoglikosida pada daging ayam yang dijual di pasar tradisional lambaro Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan mengoleksi 12 sampel daging ayam pedaging dari pasar Lambaro, Aceh Besar. Basillus subtilis digunakan sebagai bakteri uji yang diinokulasi dengan ditumbuhkan kembali pada media Nutrient Agar (NA). Pengujian dilakukan dengan metode tapis (screening test) secara bioassay. Sebanyak 20 gr sampel daging ayam dihaluskan dengan mortar, dan ekstrak dari daging tersebut digunakan sebagai larutan uji. Kertas cakram kosong direndam dalam larutan uji selama 15 menit. Bakteri uji pada konsentrasi 0.5 McFarland/1.5x108 CFU/ml, dimasukkan ke dalam 100 ml media MHA cair dan dihomogenkan sampai merata. Sebanyak 25 ml media yang telah mengandung bakteri uji dimasukkan ke dalam cawan Petri. Selanjutnya, kertas cakram yang telah direndam di dalam larutan uji, dan disk antibiotik gentamisin sebagai kontrol positif, diletakkan di atas media. Biakan diinkubasi dengan suhu 37 ºC selama 24 jam. Hasil pengujian memperlihatkan tidak adanya residu antibiotik golongan aminoglikosida yang terkadung dalam 12 sampel daging ayam yang dikoleksi. Hal ini ditandai dengan tidak terbentuknya zona bening di sekitar disk antibiotik yang direndam dengan larutan uji. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan residu antibiotik pada sampel daging yang diambil dari pasar tradisional Lambaro Aceh Besar. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Basillus subtilis, Daging ayam, residu antibiotik &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117533</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 15:00:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 15:03:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>