<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117526">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN  KEMAMPUAN MERAWAT DIRI ANAK  RETARDASI MENTAL TENTANG AKS DI SEKOLAH DASAR  LUAR BIASA LABUI  BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurfitriana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Merawat diri mencakup aktivitas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan   sehari-hari.Aktivitas  kehidupan   sehari-hari   (AKS)   adalah   aktivitas yang  biasanya   dilakukan   dalam  sepanjang  waktu,   aktivitas   tersebut   mencakup makan,   minum, berpakaian,  mandi,  menyikat  gigi, kebersihan   diri  dan  berhias. Penelitian   ini  bertujuan  untuk  mengetahui   gambaran   kemampuan   merawat   diri anak. retardasi  mental  tentang  aktivitas kehidupan   sehari-hari  di  Sekolah  Dasar Luar  Biasa Negeri  Labui Banda  Aceh.  Desain  penelitian  yang  digunakan   adalah deskriptif eksploratif.  Populasi  berjumlah  66  orang  murid.  Metode  pengambilan sampel  dilakukan  secara purposive sampling dengan,  diperoleh  sampel  sebanyak 40   responden.    Penelitian    dilaksanakan     pada    tanggal    3   -14   maret    2007.&#13;
Pengumpulan  data menggunakan daftar  lembar Observasi dengan teknik observasi sistematis.   Data   dianalisa   secara   manual   dengan   menentukan  kategori   skala ordinal  yang  disajikan dalam  bentuk  tabel  distribusi  frekuensi.  Hasil  penelitian diperoleh  gambaran   kemampuan   berhias/  berdandan   berada  pada  kategori  sehat self care sebanyak  34 responden  (85 %) dan kategori  self care devisit  sebanyak  6 responden   (15  %).  Pada  gambaran  kemampuan menjaga  kebersihan  diri  berada pada  kategori   self care  sebanyak  28  responden   (70  %)  dan  kategori   Self  care devisid  sebanyak  12  responden  (30%). Pada gambaran kemampuan makan  secara mandiri   berada   pada   kategori   self  care   sebanyak   38  responden   (95  %)  dan kategori  self care  devisid  sebanyak  2 responden  (5%).  Secara  keseluruhan dapat disimpulkan  bahwa   gambaran   kemampuan  merawat   diri  anak  retardasi   mental tentang aktivitas  kehidupan  sehari-hari  di Sekolab  Dasar Luar  Biasa Negeri  Labui Banda  Aceh  berada  pada  kategori  self care36 responden    yaitu  sebanyak  (90 %). Diharapkan  kepada   guru  dan  keluarga   serta  orang-  orang  yang  terdekat   untuk terus mendidik  dan melatih   dan mendukung  mereka  terutama  masalah  kebersihan diri.&#13;
 &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MENTAL RETARDATION - PEDIATRICS</topic>
 </subject>
 <classification>618.928 588</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 11:03:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 11:29:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>