<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117518">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN INTENSITAS KEBISINGAN  DI SARANARNHIBURAN  PERMAINAN DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ricky Virnardo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit     gangguan     dengar     merupakan     salah     satu    penyakit     yang mengakibatkan  kelumpuhan   sensorik   paling  sering  pacla  manusia.   Pada  tahun 2004  di dunia,  diperkirakan  terdapat  250 juta  orang  yang  mengalami  gangguan dengar   dan   ketulian.   Ketulian   dan   gangguan   dengar   dapat   diakibatkan  oleh infeksi,  presikusis,  ototoksis,  kongenital,  dan akibat pemaparan  bising.  Meskipun tidak   menjadi   penyebab    utama   ketulian    dan   gangguan    dengar,   pemaparan terhadap   kebisingan    perlu   menjadi    perlu   menjadi   perhatian.    Penelitian    ini bertujuan  untuk  mengetahui   intensitas  pada  sarana  hiburan  permainan  di  Banda Aceh.   Penelitian   ini   merupakan   penelitian    deskriptif  survei.   Populasi   pada penelitian  ini  adalah  seluruh  sarana  hiburan  permainan  di  Banda  Aceh,  sampel diambil   secara  porposive   sampling.  Sampel  diambil  antara  pukul   17.00-18.00 pada hari sabtu.  Lokasi pengambilan  sampel  adalah Fun Land, Timezone,  dan Fun Game.  Data diambil  dengan  pengukuran menggunakan sound level meter dengan filter  A  selama  l10 menit  dan  dicatat  setiap  5  detik.  Hasil  penelitian  menunjukan&#13;
intensitas  kebisingan  pada  Fun Land  adalah  86,48  dBA,  Timezone  86,50  dBA,&#13;
dan  Fun Game  adalah  81,86  dBA.  Intensitas  kebisingan  tertinggi  didapatkan  di&#13;
Timzone  yaitu  97,7 dBA.  Dengan  mengacu  pada  nilai  ambang  batas  kebisingan&#13;
85 dBA, dari hasil ini disimpulkan  bahwa Fun Land dan Timezone  melewati  nilai ambang  batas kebisingan  yang ditetapkan.&#13;
&#13;
Kata kunci :  Kebisingan,  gangguan  dengar, sarana hiburan permainan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117518</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 10:05:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-29 10:05:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>