<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117453">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN IMUNOGLOBULIN G SUSU KAMBING ANTI STREPTOCOCCUS MUTANS SEBAGAI KANDIDAT IMUNOTERAPI KARIES GIGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santi Chismirina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit gigi dan mulut yang masih menjadi fokus utama secara global di dunia adalah karies gigi. Prevalensi karies terutama di negara-negara sedang berkembang menduduki posisi tertinggi. Karies gigi didefinisikan sebagai suatu penyakit infeksi kronis yang ditandai dengan kerusakan jaringan keras gigi akibat aktivitas bakteri kariogenik yaitu Streptococcus mutans (S. mutans) terutama serotipe c. Antigen S. mutans dapat menyebar melalui  darah sehingga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan organ vital tubuh seperti kerusakan jantung, ginjal, kulit atau bagian tubuh lainnya. Dari aspek psikologis, pasien yang mengalami karies akan mengalami rasa minder pada saat berinteraksi dengan orang lain akibat gigi berlubang, berwarna hitam dan bau mulut bahkan pada anak-anak akan berdampak pada perkembangan bentuk wajah. Sehingga berbagai upaya pencegahan karies dilakukan untuk menghindari terjadinya dampak buruk dari penyakit mulut tersebut. Salah satu upaya pencegahan penyakit ini adalah melalui imunisasi pasif menggunakan antibodi yang berasal dari hewan mamalia karena lebih aman dan efektif dibandingkan imunisasi aktif yang dapat mengakibatkan reaksi silang otot jantung dengan antigen whole cell S. mutans. Pemanfaatan imunoglobulin G (IgG) spesifik untuk imunisasi pasif yang bersumber dari darah hewan mamalia telah banyak di uji coba, namun proses produksi imunoglobulin ini memiliki keterbatasan teknis. Keterbatasan teknis yang sering terjadi antara lain dapat menyakiti hewan yang memproduksinya pada saat pengambilan darah serta kurang efisien. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi pemanfaatan kambing untuk memproduksi susu yang mengandung IgG anti karies mengingat bahwa IgG yang diproduksi oleh kambing selama masa kebuntingan akan ditransfer ke dalam susu sebagai kekebalan alami bagi anaknya. Selain itu dari aspek komersil, susu kambing merupakan susu kedua terbanyak dikonsumsi setelah susu sapi. Hal tersebut memberi peluang IgG dari susu kambing untuk menjadi alternatif sumber IgG dari hewan mamalia dalam mencegah terjadinya karies. Penelitian ini diawali dengan seleksi subjek penelitian yang mengalami karies di RSGM USK dan mendapatkan 35 subjek penelitian terdiri dari  16 remaja dan 19 dewasa. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat keparahan karies berdasarkan indeks DMFT pada kelompok usia dewasa termasuk katagori sangat tinggi (8,7) sedangkan remaja katagori tinggi (5,8). Selanjutnya identifikasi morfologi S. mutans pada media kultur selektif yaitu Trypticase Soy with Sucrose and  Bacitracin  (TYS20B)  dan pewarnaan Gram dapat membantu proses isolasi S. mutans dari bakteri rongga mulut lainnya di dalam  plak gigi penderita karies. Hasil ini diperkuat dengan identifikasi S. mutans menggunakan primer spesifik yang melacak gen gtf berhasil menganalisis jenis serotipe S. mutans yang tumbuh pada media selektif dengan variabilitas serotipe c (517 bp) dan d (712 bp) dengan jumlah serotipe c yang lebih dominan ditemukan. Streptococcus mutans serotipe c dari isolat klinis yang berhasil diidentifikasi secara molekuer dengan metode PCR digunakan sebagai antigen untuk sensitisasi sistem humoral kambing  bunting yang sebelumya telah diinaktifkan dengan formaldehid. Dari tiga kali percobaan perbandingan dosis S. mutans dan booster menunjukkan bahwa percobaan yang menggunakan dosis antigen 1,5 ml dan adjuvan 0,5 aman digunakan untuk merangsang imunitas humoral kambing bunting. Keberhasilan stimulasi imunitas humoral kambing bunting dibuktikan dengan terbentuknya IgG anti S. mutans dalam serum darah yang berhasil di deteksi dengan metode Agar Gel Precipitation Test (AGPT) sebagai salah satu metode imunodifusi. Hasil yang didapatkan berupa tampakan garis presipitasi diantara sumur antigen dengan sumur antibodi. Sementara itu, hasil analisis konsentrasi imunoglobulin G anti S. mutans dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) memperkuat keberhasilan sensitisasi S. mutans pada kambing bunting dalam menstimulasi sistem humoral kambing bunting untuk memproduksi IgG yang ditransfer ke dalam kolostrum dan susu kambing. Konsentrasi IgG anti S. mutans dalam kolostrum lebih tinggi dibandingkan dalam susu sapi yaitu 40,45±0,75. Dari waktu pengumpulan susu kambing menunjukkan bahwa susu yang dikumpulkan pada minggu ke-5 pasca melahirkan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi yaitu 1,46±0,28 dibandingkan susu pada minggu ke-6 dan ke-7. Susu kambing yang mengandung IgG anti S. mutans serotipe c ini terbukti mampu bereaksi dengan S. mutans serotipe c, d, e, dan f dari hasil uji reaktifitas dengan metode immunoblotting. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa S. mutans serotipe c dari penderita karies gigi di Banda Aceh dapat menstimulasi pembentukan antibodi di dalam darah dan selanjutnya ditransfer ke dalam kolostrum dan susu kambing, sehingga kolostrum dan susu kambing yang dihasilkan mengandung antibodi IgG anti S. mutans yang berpotensi digunakan untuk mencegah terjadinya karies gigi. &#13;
&#13;
Kata kunci: Streptococcus mutans serotipe c, tingkat keparahan karies, imunoglobulin G, Freud Adjuvant, kolostrum kambing&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117453</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-27 21:11:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-28 09:31:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>