<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117447">
 <titleInfo>
  <title>PREVALENSI IMPAKSI MOLAR TIGA MANDIBULA BESERTA KLASIFIKASINYA SECARA RADIOGRAFIS DL RSGM UNSYIAH BANDA ACEH PERIODE JUNI 2012-JANUARI 2013</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Rezeki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gigi impaksi merupakan fenomena yang paling sering terjadi di bidang  kedokteran gigi. Gigi molar tiga mandibula adalah gigi yang paling sering  mengalami impaksi. Hal tersebut karena gigi molar ketiga adalah gigi yang  terakhir erupsi sehingga sering tidak ada ruang atau kurangnya ruang yang  memadai. Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk mencari prevalensi gigi  impaksi. Gigi impaksi telah diklasifikasikan menurut George Winter (1926) dan  Pell dan Gregory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi  impaksi molar tiga mandibula beserta klasifikasinya secara radiografis di RSGM&#13;
Unsyiah Banda Aceh Periode Juni 2012-Januari 2013. Metode pada penelitian ini  yaitu deskriptif dengan mengumpulkan data sekunder berupa foto panoramik dari  pasien yang mengalami gigi impaksi molar tiga mandibula. Didapatkan 148 foto&#13;
panoramik pasien eli RSGM Unsyiah Periode Juli 20l2-Januari 2013 dan 81 pasien (54,7%) mengalami impaksi molar tiga mandibula, Berdasarkan klasifikasi  George Winter, mesioangular adalah kasus yang terbanyak yaitu 54 gigi (43,5%).&#13;
Berdasarkan klasifikasi Pell dan Gregory, kasus yang terbanyak adalah kelas 2  yaitu 100 gigi (80,6%) dan Posisi A 81 gigi (65,3%). Kesimpulannya bahwa kasus  impaksi molar tiga mandibula di RSGM Unsyiah Banda Aceh Periode Juni 2012Januari&#13;
2013 adalah sebesar 54,7%. Kasus yang paling sering terjadi pada impaksi  molar riga mandibula adalah mesioangular yaitu 43,5%, kelas 2 (80,6%) dan  posisi A (65.3%).&#13;
&#13;
Kata kunci    :    Impaksi, klasifikasi George Winter, klasifikasi Pell dan Gregory</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-27 15:50:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-27 15:50:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>