HUBUNGAN FAKTOR IBU TERHADAP BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA NEONATUS DIRNRUANG NICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2010. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN FAKTOR IBU TERHADAP BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA NEONATUS DIRNRUANG NICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2010.


Pengarang

Mawarni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101190004

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Faktor yang mempengaruhi berat badan lahir rendah yaitu faktor yang berasal dari ibu meliputi gizi kurang saat hamil, perdarahan antepartum, kehamilan dengan hidramnion, hipertensi, dan perokok. BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari
2500 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor ibu terhadap BBLR
pada neonatus di Ruang NlCU Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif dan cara pengambilan sampcl adalab nonprobability sampling dengan metode purposive sampling Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 September sampai dengan 15 Oktober 2010 terhadap 20 responden dengan wawancara berpedoman pada kuesioner disusun dalam skala dichotomy dan observasi pada neonatus BBLR. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil hubungan dengan tabel kontingensi (2x2) dengan a=0,05. Diperoleh hasil untuk hubungan gizi saat hamil dengan BBLR didapatkan p-value
0,03 menunjukkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara gizi saat hamil dengan BBLR. Hubungan perdarahan antepartum dengan BBLR tidak didapatkan nilai p-valuenya menunjukkan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara perdarahan antepartum dengan BBLR. Hubungan hipertensi dengan BBLR didapatkan p-value 0,003 menunjukkan Ha diterima yang berart, ada hubungan hipertensi dengan BBLR. Hubungan perokok dengan BBLR menunjukkan tidak ada hubungan dikarenakan semua responden menjawab tidak pernah merokok, baik selama hamil maupun sebelum hamil. Dan berdasarkan data yang didapatkan dari kuesioner dari semua responden didapatkan IH atau 55% neonatus dengan BBLR katagori dismaturitas di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Peneliti menyarankan pada ibu saat hamil untuk menkonsumsi dan menjaga makanan sehat dan seimbang selama kehamilannya, dengan porsi dua kal orang yang tidak ham ii.

Kata Kunci : Gizi saat hamil, Pendarahan antepartu, Hipertensi, Perokok, BBLR. Daftar Pustaka : 24 (1995-2009)

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK