PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT TERHADAP PENURUNAN KONVERSI SPUTUM BTA POSITIF PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM DR.ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT TERHADAP PENURUNAN KONVERSI SPUTUM BTA POSITIF PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM DR.ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Dessy Elfiana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101050058

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tuberkulosis paru mempunyai prevalensi yang tinggi di negara berkembang termasuk Indonesia, Indonesia menggunakan strategi penangguIangan tuberkulosis paru yang disebut DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yang meliputi komitmen politis, pemeriksaan mikroskopis, pengawas menelan obat (PMO), ketersediaan obat, dan evaluasi pengobatan. Angka konversi adalah persentasi penderita tuberkulosis BTA positif yang mengalami konversi menjadi BTA negatif setelah pengobatan intensif selama dua bulan. penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh PMO penderita TB Paru. Penentuan subjek dengan menggunakan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel 35 orang. Pengumpulan data dengan mernbagikan kuisioner langsung kepada responden dan dari data sekunder (TB Form 01). Analisa data dilakukan dengan univariat dan bivariat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PMO penderita TB Paru terbanyak pada umur 36 - 54 tahun (34,3%). PMO terbanyak berjenis kelamin laki-laki (80%), dibandingkan dengan PMO yang berjenis kelamin perempuan (20%).Tingkat pendidikan PMO terbanyak adalah perguruan tinggi (48,6%). Hubungan PMO dengan penderita TB Paru terbanyak adalah dari pasangannya sendiri seperti suami/istri (42,9%). Dalam penelitian ini dilakukan uji statistik dengan chi square untuk melihat pengaruh peran PMO terhadap penurunan konversi BT A positif penderita TB Paru di RSUD dr. Zainal Abidin Banda Aceh, Kesimpulan dalam penelitian ini peran PMO berpengaruh terhadap penurunan konversi BTA positif penderita TB Paru di RSUD dr. Zainal Abidin Banda Aceh.

Kata kunci : PMO, Tuberkulosis, Konversi Sputum, BTA Positif



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK