<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117379">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DAN SIKAP DENGAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA PENDERITA KOMORBID DI PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Sarah Safira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>COVID-19 sekarang ini berada pada masa transisi menuju endemi, sehingga penderita komorbid memiliki risiko untuk terpapar penyakit tersebut. Penderita COVID-19 yang meninggal dunia rata-rata memiliki setidaknya satu komorbid, selain paparan Viruscorona. Oleh karena itu, penderita komorbid harus tetap waspada dan taat pada protokol kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan pencegahan COVID-19 pada penderita komorbid di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 2-13 Maret 2023, subjek penelitian adalah penderita komorbid di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh yang berjumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan penderita komorbid di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh paling banyak menderita hipertensi 60%, memiliki 1 komorbiditas 78%, dan 62% sebagai penyintas COVID-19. Sementara itu, didapatkan bahwa orang dengan pengetahuan tinggi memiliki pencegahan yang baik terhadap COVID-19 yaitu 98,4% dan sikap pencegahan yang paling banyak dilakukan adalah perlunya suplemen vitamin yaitu 94% serta sikap batuk bersin 88%. Hasil analisis data menggunakan uji Spearman rank pada confident interval 95% dan α 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara pendidikan (P value = 0,000, r = 0,871), pengetahuan (P value = 0,000, r = 0,778) dan sikap (P value = 0,000, r = 0,847) dengan pencegahan COVID-19 pada penderita komorbid. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan pencegahan COVID-19 pada penderita komorbid di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Semakin tinggi pendidikan, semakin baik pengetahuan, dan sikap yang setuju terhadap pencegahan COVID-19, maka semakin baik pula pencegahan COVID-19 yang dilakukan oleh penderita&#13;
komorbid di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Komorbid, COVID-19, pendidikan, pengetahuan, sikap.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-24 14:05:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-24 15:24:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>