HUBUNGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIKRN(OMSK) DENGAN DERAJAT GANGGUAN PENDENGARAN DI POLI THT RSUDZA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIKRN(OMSK) DENGAN DERAJAT GANGGUAN PENDENGARAN DI POLI THT RSUDZA BANDA ACEH


Pengarang

Silvira putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101050028

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) merupakan masalah kesehatan masyarakat di bidang THT yang terbesar yang menyebabkan gangguan pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis OMSK, lamanya sakit dan besar perforasi dengan derajat gangguan pendengaran. Penelitian dilakukan dengan studi potong lintang (cross sectional study) dengan metode pengambilan sampel Non Probability Accidental Sampling. Penderita yang dicurigai mengalami OMSK dilakukan pemeriksaan THT rutin dan audiometri nada murni. Data dianalisa dengan uji Chi Square dan uji Fisher's test dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 31 penderita OMSK didapatkan 27 telinga dari 27 penderita (87,1 %) mengalami OMSK jenis benigna. Letak OMSK terbanyak didapatkan pada daerah sentral
yaitu sebanyak 21 telinga dari 21 penderita (67,74%) dan ukuran perforasi
terbesar adalah perforasi subtotal sebanyak 28 telinga dari 28 penderita (90,3%). Gangguan pendengaran yang terbanyak diderita adalah tuli konduktif sebanyak 23 telinga dari 23 penderita (74,2%) dan diikuti oleh tuli campur sebanyak 8 telinga
dari 8 penderita (25,8%). Derajat gangguan pendengaran terbanyak adalah derajat ringan/sedang sebanyak 20 penderita (64.5%). Hasil analisis data menunjukkan bahwa dijumpai hubungan yang bermakna antara jenis OMSK dengan derajat gangguan pendengaran, semakin lama sakit semakin besar derajat gangguan pendengaran dan semakin besar perforasi membran timpani semakin besar derajat gangguan pendengaran (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK