<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117334">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ANTROPOMETRI TIPE WAJAH BERDASARKAN INDEKS FASIAL ANTARA SUKU ACEH DAN SUKU MINANG PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AFINA KAMILIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wajah manusia adalah salah satu bagian tubuh yang paling dominan untuk membedakan identitas satu sama lain. Bentuk wajah dipengaruhi oleh jenis kelamin, ras, suku, iklim, sosial ekonomi, gizi dan faktor genetik. Untuk mengetahui tipe wajah seseorang, dapat dilakukan pengukuran antropometri wajah. Antropometri wajah dikenal sebagai ilmu yang mengukur dan menganalisis proporsi wajah manusia dan memberikan informasi penting tentang perbedaan bentuk dan ukuran berbagai ras, usia, dan jenis kelamin. Setelah didapatkan data antropometri wajah, kita dapat mengetahui tipe wajah seseorang dengan rumus indeks fasial. Indeks fasial adalah perbandingan antara tinggi wajah dengan lebar &#13;
wajah dan dikalikan dengan 100. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan total 64 subjek penelitian yang terdiri dari 32 orang suku Aceh dan 32 orang suku Minang yang memenuhi kriteria inklusi pada tanggal 30 Agustus 2023. Jenis penelitin ini adalah deskriptif analitik dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe wajah suku Aceh adalah leptoprosopic sebanyak 14 orang (43,75%) dan tipe wajah suku Minang adalah leptoprosopic sebanyak 13 orang (40,6%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117334</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 15:22:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 15:25:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>