<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117332">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN HASIL PEMERIKSAAN OAE SKRINING PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALFIZA SIDQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indikasi yang menunjukkan adanya perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada manusia salah satunya berat badan lahir. Neonatus dengan BBLR berisiko mengalami komplikasi, seperti gangguan pendengaran. Maka dari itu deteksi gangguan pendengaran harus dilakukan sedini mungkin, dengan melakukan pemeriksaan OAE (Otoacoustic Emission) skrining. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan hasil pemeriksaan OAE skrining pada neonatus di RSIA Banda Aceh. Metode penelitian ini berupa analisis observasional dengan rancangan retrospektif. Subjek penelitian diambil dari data sekunder yang berupa rekam medis neonatus yang dilakukan pemeriksaan OAE skrining tahun 2021-2022. Hasil penelitian diperoleh 302 subjek yang sesuai kriteria penelitian, menunjukkan bayi dengan BBLR pada hasil pemeriksaan OAE skrining yang hasil pemeriksaannya pass/pass berjumlah 36,1% bayi, sedangkan ditemukan hasil pemeriksaan OAE skrining terbanyak pada bayi dengan BBLR yaitu hasil refer/refer dengan jumlah 65,5% bayi. Bayi dengan BBL normal pada hasil pemeriksaan OAE skriningnya dengan hasil pemeriksaan yaitu pass/pass berjumlah 63,9% bayi, sedangkan hasil pemeriksaan OAE skrining yang hasilnya refer/refer didapati berjumlah 34,5% bayi. Berdasarkan uji statistik koefisien kontingensi C pada aplikasi SPSS didapatkan nilai C sebesar 0,277 dan nilai p value = 0,000 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak maka hipotesis terbukti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan hasil pemeriksaan OAE skrining pada neonatus di RSIA Banda Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117332</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 15:20:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 15:24:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>