<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117296">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OUTCOME PASIEN CEDERA KRANIOSEREBRAL BERAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal Amin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hampir 1.5 juta individu di Amerika serikat telah mengalarm cedera  kranioserebral. Outcome penderita cedcra kraniosercbraJ sangatlah bervariasi  scsuai dengan faktor-faktor yang dimilikinya. Semakin bertambahnya faktorIaktor&#13;
tersebut, semakin tinggi pula resiko terhadap memburuknya outcome,bahkan meningkatkan resiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi outcome pasien cedera kranioserebral berat di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, Penelitian ini  merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional,bcrlangsung dari Januari 2011 sampai Maret 20II di Instalasi Gawat Darural,Intensive care unit (lCU). Ruang Rawat lnap Bagian Bedah dan Ruang Rawat  lnap Bagian Saraf RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diagnosa cedera kranioserebral berat dan hasil pemeriksaannya dilihat dari status pasien cedera  kranioscrebral dan wawancara dengan responden. Dari 23 sampeI didapatkan  penderita cedera kranioserebral berat di di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh  cenderung memilki outcome yang baik yaitu sebanyak 60,9%. kelompok dengan  rentang umur 25-44 tahun oet-outcome baik yaitu sebanyak 75%. outcome buruk  pada pasien yang mempunyai derajat kesadaran yang memburuk, yaitu sebanyak  85.7%, outcome yang buruk pada pasien yang mempunyai kelainan patologi  berupa Difuse axonal injury (DAI) dan Sub Arachnoid hematome (SAH) yaitu  masing-masing sebanyak 100% dan outcome yang baik pada pasien yang tidak  mempunyai keluhan penyerta, yaitu sebanyak 10 orang (71,4%).&#13;
&#13;
Kata kunci    :   cedera kranioserebral berat, outcome. faktor-faktor</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117296</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 11:35:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 11:35:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>