<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117286">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KASUS FRAKTUR RAHANG DI BAGIAN BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDINRNBANDA ACEH PERIODE JANUARI 2006  DESEMBER  2010</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Esi Yuniza Fitrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang pada negara berkembang dengan lalu lintas yang padat,kecelakaan bermotor merupakan penyebab utama dari fraktur di antaranya fraktur  maksilofasial. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa, fraktur maksilofasial&#13;
yang paling sering terjadi adalah fraktur rnandibula dan fraktur rnaksila. Tujuan  mengetahui gambaran kasus fraktur rahang di bagian Bedah RSUDZA Banda  Aceh periode Januari 2006-Desember 2010 berdasarkanjenis fraktur rahang, usia,&#13;
jenis kelamin, etiologi dan perawatan. Metoda: deskriptif dengan pendekatan  case study. Sampel dalarn penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien  fraktur rahang di bagian Bedah RSUDZA Banda Aceh periode Januari 2006- Desember 2010. Hasil dan diskusi dari 226 pasien fraktur rahang di bagian  Bedah RSUDZA Banda Aceh periode Januari 2006-Desember 2010, fraktur  mandibula adalah yang paling sering terjadi (67.70/0) karena posisinya yang  menonjol. Usia yang paling sering ditemukan fraktur rahang adalah dekade ketiga  (46,9%), karena pada dekade ini tingkat agilitas dan akiivitas fisiknya lebih besar.  Laki-laki paling sering mengalami fraktur rahang (83,6%) karena laki-laki lebih  sering bekerja di luar rumah. Etiologi terbanyak adalah kecelakaan (97.3%) karena pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm yang dapat melindungi  kepala dan wajah. Perawatan yang paling banyak dipakai adalah open  reduclion/ORIF (55.8%) karena penyembuhan dapat terjadi lebih cepat.  Simpulan fraktur rahang yang paling sering terjadi di bagian Bedah RSUDZA  Banda Aceh periode Januari 2006-Desember 2010 adalah fraktur mandibula,kasus fraktur rahang paling sering terjadi pada kelompok usia 21-30 tahun dan laki-laki dengan kecelakaan sebagai penyebab utamanya dan perawatan fraktur  rahang yang paling sering digunakan adalah ORlF.&#13;
&#13;
Kata kunci   :  Fraktur rahang, usia, jenis kelamin, etiologi, perawatan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117286</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 11:05:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 11:05:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>