<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117282">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  DURASI  PERENDAMAN  RESIN  AKRILIK  JENIS  HEAT-CUREDRNDALAM LARUTAN CUKA APEL TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agnesvida Respratidina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Resin  akrilik  heat  cured   (polimetil   metakri late)  dapat  digunakan   secara   klinik  sebagai material  basis  gigitiruan.  Salah  satu  sifat  resin  akrilik  ini  adalah  mampu  menyerap  air sehingga   dapat  menyebabkan  ketidakstabilan  dimensi  basis  gigi  tiruan.  Penyerapan   air dapat  dipengaruhi  oleh  jenis  larutan   perendaman  dan  lama  perendaman.  Resin akrilik akan   menyerap   air  secara   berlahan   dan  terus  menerus.   Dewasa   ini,  cuka  apel  sering digunakan   sebagai   minuman   kesehatan   yang  mengandung  fenol,  asam  dan  komponen lainnya.  Tujuan  penelitian ini adaJah untuk  mengetahui  pengaruh  lama  perendaman  resin a.krilik heat  cured  dalam  cuka  apel  terhadap   perubahan   dimensi.   Spesimen   resin  pada&#13;
penelitian ini berbentuk  disk dengan  dimensi  diameter 50 ± 1   mm dan ketebalan  0,5 ± 0,I&#13;
mm).  Lima  belas  spesimen   dibagi   menjadi  2  kelompok,   5   spesimen   untuk  kelompok kontrol  (akuades)  dan  I0 spesimen  untuk  perendaman di dalam  cuka  apel.  Pada  awalnya, spesim en  dikeringkan  di dalam  desikator pada  suhu  37C  sampai  diperoleh  kehilangan berat dari  tiap spesimen  tidak  mencapai  O,S  mg selama  24 jam (W l ).  Spesimen  kemudian di rendam  di  dalam  larutan pada suhu  37C selama  1, 3, 5  dan 7 hari.  Setelah perlakuan, spesimen dikeluarkan  dari  larutan, dikerinkan   selama   I5 detik  dan  berat spesimen  dicatat kembali   (W2).   Data   akan   di   analisis   mengunakan   repeted   ANOVA   dan   uji   lanjut pairwai se   comparisons.  Hasil penelitian    ini  menunjukkan   lama   perendaman    secara bermakna   (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117282</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 10:53:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 10:53:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>