<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117269">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN  STATUS PERIODONTAL  SISWA SMP YANG TINGGAL DI ASRAMA   DAN  NON-ASRAMA  DI  LUENG  PUTU  KABUPATEN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irmi Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit    periodontal     merupakan     saJah    satu   permasalahan     pada    jaringan pendukung  gigi.  Penyakit  tersebut  dapat terjadi  pada  usia  remaja.  Masa remaja merupakan  periode  penting  karena  pada masa  ini terjadi  perubahan  perilaku  yang signifikan termasuk dalam hal menjaga kesehatan rongga mulut.  Salah satu indeks untuk mengukur penyakit  periodontal   adalah Community Periodontal  Index  of Treatment   Needs    (CPITN).     Penelitian     ini   bertujuan     untuk    mengetahui perbandingan  status periodontal   siswa  SMP  yang  tinggal  di asrama dan  non• asrama. Penelitian  analitik dengan  desain  cross sectional ini dilakukan  di MTsS Jeumala   Amal  dan  SMPN I Bandar  Bar  di Lueng Put  Kabupaten Pidie Jaya dengan  melibatkan  280 subjek yang berusia  13-15  tahun. Tahapan  pertama  adalah wawancara  dan   diikuti   dengan  pemeriksaan    klinis  yaitu   pemeriksaan  status periodontal   dan  OHI-S.   Berdasarkan  pemeriksaan    klinis   diketahui   bahwa   98 subjek  (70%) yang  tinggal   di asrama   dan   73  subjek   (52, I%)  di non-asrama memiliki  kalkul us (skor 2 CPITN). Sementara  perdarahan  gingiva (skor  1    CPITN) sebanyak    5   subjek  (3,5%)   di  asrama  dan   7   subjek   (5%)   di  non-asrama. Berdasar kan hasil uji  statistik  menunjukkan  perbedaan yang signifikan (p &lt; 0,05) antara  status periodontal   siswa  SMP  asrama  dan  non-asrama.   Dapat  disimpulkan bahwa pada penelitian ini status periodontal  siswa SMP di asrama lebih buruk dari pada non-asrama.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: siswa asrama,  siswa  non-asrama,  CPITN, status periodontal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117269</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 10:23:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-23 10:23:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>