Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGAL MINYAK ATSIRI BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN.) TERHADAP CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO
Pengarang
Nurul Akhrima - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0707101010038
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Prevalensi dari infeksi fungal oportunistik semakin meningkat terutama pada keadaan defisiensi imun dan pemakai an antibiotik yang tidak sesuai dengan prosedur. Salah satu tumbuhan farmakologis tradisional yang berfungsi sebagai antifungal adalah bawang putih (Al/ium sativum Linn.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antijamur minyak atsiri bawang putih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 kelompok perlakuan (4 konsentrasi dan 2 kontrol) dengan 4 kali pengulangan. Metode yang digunaka n adalah metode difusi cakram . Jumlah suspensi jamur disesuaikan dengan spektrofotometer clan diswab merata pada Saboraud Dextrose Agar (SDA). Masing-masing cakram berisi minyak atsiri bawang putih dengan konsentrasi 1%,
5%, 10%, dan 20%, nistatin 2000 IU (kontrol positif), clan tween 80-aquades I: I
(kontrol negatif) dengan volume 20 L. Parameter yang diamati yaitu diameter zona hambat yang terbentuk. Data basil penelitian dianalisa dengan Analisis Sidik
Ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,01. Zona hambat minyak atsiri bawang putih dari yang paling besar sampai kecil berturut-turut adalah 14,75 mm, 12,50 mm, 11,25 mm, clan 7,5 mm pada konsentrasi 20%, 10%, 5%, dan 1%. Analisa statistik menunjukkan zona hambat antara perlakuan berbeda sangat nyata. Semakin tinggi konsentrasi, semakin luas zona hambat yang terbentuk. Hasil uji fitokimia menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam bawang putih dan minyak atsirinya adalah alkaloid, steroid, terpenoid, dan saponin.
Kata kunci: minyak atsiri, bawang putih (Allium sativum Linn.), antifungal,
Candida albicans, in vitro
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT BAWANG PUTIH (ALIUM SATIVUM LINN) DENGAN VITAMIN C TERHADAP AKTIVITAS CANDIDA ALBICANS (Rena Meutia, 2016)
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS ISOLAT KLINIS (Nindaryani, 2017)
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN) DENGAN VITAMIN B1 (TIAMIN) TERHADAP AKTIVITAS CANDIDA ALBICANS (Dhilla Shantiya, 2015)
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK METILEN KLORIDA BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN) DENGAN VITAMIN C TERHADAP AKTIVITAS CANDIDA ALBICANS (Teuku Edi Juanda, 2016)
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT PERASAN UMBI LAPIS BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) DENGAN BAWANG BOMBAY (ALLIUM CEPA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO (Putri Hastina, 2022)