Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN MONOMER SISA RESIN AKRILIK HEAT CURED YANG DIPOLIMERISASI DENGAN TEKANAN SETELAH PERENDAMAN DALAM LARUTAN DESINFEKTAN
Pengarang
Hidayati Saputri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
09607101110021
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2013
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Resin akrilik heat cured adalah resin jenis poli (metil metakrilat) yang polimerisasinya menggunakan panas. Proses polimerisasi tidak pernah berlangsung sempurna sehingga menghasilkan monomer sisa. Jumlah monomer sisa yang tinggi dapat menyebabkan iritasi mukosa dan alergi terhadap jaringan lunak rongga mulut. Pengurangan jumlah monomer sisa dapat dilakukan dengan memberi tekanan pada saat polimerisasi dan perendaman gigi tiruan di dalam air. Perendaman gigi tiruan di dalam larutan desinfektan diperlukan untuk mengurangi akumulasi mikroorganisme penyebab plak dan debris. Selain itu perendaman gigi tiruan dalam larutan desinfektan diduga dapat menurunkan jumlah monomer sisa pada basis gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan monomer sisa resin akrilik heat cured yang dipolimerisasi dengan tekanan setelah perendaman dalam larutan desinfektan yaitu sodium hipoklorit 0,5% dan klorheksidin 0,2%. Penelitian ini menggunakan resin akrilik heat cured QC-20 dalam bentuk disk dengan ukuran d=50 mm dan t=2 mm sebanya.k IO spesimen. 5 spesimen direndam dalam sodium hipoklorit 0.5%, dan 5 spesimen direndam dalam klorheksidin 0,2%. Perendaman dilakukan selarna 2 hari 12 jam 50 menit mensimulasikan perendaman IO menit setiap hari selama I tahun. Larutan perendaman digan.ti setiap 24 jam. Pengukuran jumlah monomer sisa basis gigi tiruan menggunakan Oas Kromatografi Flame Ionization Detector (FID). Analisis statistik data hasil penelitian dilakukan dengan uji Independent t-test. Hasil uji Independent t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0.05) antara perendaman dalam sodium hipoklorit 0,5% dan klorheksidin
0,2%. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah monomer sisa setelah perendaman dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% dan klorheksidin 0,2%.
Kata kunci: resin akrilik heat cured, monomer sisa, larutan desinfektan, gas
kromatografi flame ionization detector
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBEDAAN MONOMER SISA RESIN AKRILIK HEAT CURED YANG DIPOLIMERISASI DENGAN TEKANAN SETELAH PERENDAMAN DALAM LARUTAN DESINFEKTAN (Hidayati Saputri, 2016)
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN SODIUM HIPOKLORIT SEBAGAIRNDESINFEKTAN TERHADAP MONOMER SISA BASIS GIGI TIRUANRNRESIN AKRILIK HEAT CURED (Cut Indriani Gustiana, 2023)
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN SODIUM HIPOKLORIT SEBAGAIRNDESINFEKTAN TERHADAP MONOMER SISA BASIS GIGI TIRUANRNRESIN AKRILIK HEAT CURED (Cut Indriani Gustiana, 2023)
PENGARUH DURASI PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAM AKUADES TERHADAP PELEPASAN MONOMER SISA (FAZLIYANDA MARIA HARIDHI, 2016)
PENGARUH DURASI PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAMRNAKUADES TERHADAP PELEPASAN MONOMER SISA (Fazliyanda Maria Haridhi, 2023)