HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA DENGAN LAMA PENYEMBUHANRNLUKA PERINEUM IBU NIFAS DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2012 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA DENGAN LAMA PENYEMBUHANRNLUKA PERINEUM IBU NIFAS DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2012


Pengarang

Ia Sastra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101020055

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banyak perempuan mengalami luka perineum pada saat melahirkan baik pada primipara maupun persalinan lanjut. Luka pada perineum terjadi bisa akibat tindakan episiotomi atau robekan spontan. Dalam penyembuhan luka perineum ini ada yang sembuh normal dan ada yang mengalami kelambatan dalam penyembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka dengan lama penyembuhan luka perineum. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelasional dan menggunakan teknik pengambilan 35 sampel secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan dati tanggal 31 Agustus sampai dengan 15 September 2012 di Kota Banda Aceh Tahun 2012. Alat pengumpulan data dilakukan berupa kuesioner dalam bentuk skala dichotomos chaise yang terdiri dati 28 pernyataan, timbangan berat badan dan pita centimeter. Didapatkan hasil univariat bahwa umur responden berada pada katagori dewasa awaJ scbanyak 33 responden (94,3%),tingkat pendidikan tinggi 19 responden (54,3%). nutrisi berada pada kategori baik sebanyak 19 responden (54,3%), istirahat berada pada kategori tidak cukup sebanyak 20 responden (57,1%),
stress berada pada kategori tinggi sebanyak 19 responden (54,3%). infeksi berada pads kategori tidak ada infeksi sebanyak 21 responden (60%), merokok berada pada kategori tidak merokok sebanyak 34 responden (97,1 %), kondisi medis berada pada kategori tidak kondisi medis sebanyak 34 responden (97,1 %), pengobatan berada pada kategori tidak ada pengobatan sebanyak 34 responden (97,1 %), obesitas berada pada kategori tidak obesitas sebanyak 31 responden (88,6%). Hasil bivariat ada hubungan antara faktor nutrisi dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,012). Ada hubungan antara faktor istirahat dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,043). Ada hubungan antara faktor stress dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,021). Ada hubungan antara faktor infeksi
dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-valu~ (0,000). Tidak ada hubungan antara faktor merokok dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor kondisi medis dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor pengobatan dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor obesitas dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value (0,119). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapakan
kepada tenaga kesehatan khususnya perawat agar dapat memberikan informasi secara akurat kepada ibu-ibu nifas yang mengalami luka perineum tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum.

Kata kunci : Faktor-faktor penyembuhan Iuka, Luka perineum., Penyembuhan luka, Ibu nifas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK