<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117240">
 <titleInfo>
  <title>MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ENGKLEK DI TK KARYAWAN KOTA BARU KUTA ALAM BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munibar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PG-PAUD</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Munibar (2023). Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar  Anak Usia Dini melalui Permainan Engklek  di Tk Karyawan Kota Baru Kuta Alam Banda Aceh&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan engklek di TK Karyawan Kota Baru Kuta Alam Banda Aceh. Permainan engklek dipilih karena dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak yaitu melatih keseimbangan dan kekuatan anak pada gerakan melompat dan melempar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Model penelitian yang digunakan mengacu pada model Classroom Action Research dari  Suharsimi (2017). Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 14 orang anak perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Peningkatan perkembangan motorik kasar dikatakan berhasil apabila anak mencapai kriteria BSB atau berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar dapat ditingkatkan melalui permainan engklek. Langkah-langkah yang dilakukan dalam permainan engklek ini adalah: 1) Guru menjelaskan kegiatan, tanya jawab dan ice breaking; 2) Pemanasan; 3) Menjelaskan tentang gambar engklek yang akan dimainkan; 4) Menjelaskan cara bermain; 5) Mencontohkan cara bermain dan aturan yang digunakan dalam permainan; 6) Mengacak urutan main; 7) Memberikan kesempatan bermain kepada anak tanpa bantuan guru sembari memberikan motivasi; 8) Pendinginan. Peningkatan perkembangan motorik kasar anak dapat ditunjukkan dari data perkembangan motorik kasar anak pada kondisi awal anak pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) terdiri dari 5 orang anak, pada kriteria berkembang sangat baik (BSB) belum ada. Pada siklus II perkembangan motorik kasar anak pada kriteria BSH meningkat menjadi 8 orang anak, dan pada kriteria BSB terjadinya peningkatan menjadi 9 orang anak. &#13;
&#13;
Kata kunci : Perkembangan Motorik kasar, Anak Usia Dini, Permainan Engklek. &#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Munibar (2023). Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar  Anak Usia Dini melalui Permainan Engklek  di Tk Karyawan Kota Baru Kuta Alam Banda Aceh&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan engklek di TK Karyawan Kota Baru Kuta Alam Banda Aceh. Permainan engklek dipilih karena dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak yaitu melatih keseimbangan dan kekuatan anak pada gerakan melompat dan melempar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Model penelitian yang digunakan mengacu pada model Classroom Action Research dari  Suharsimi (2017). Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 14 orang anak perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Peningkatan perkembangan motorik kasar dikatakan berhasil apabila anak mencapai kriteria BSB atau berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar dapat ditingkatkan melalui permainan engklek. Langkah-langkah yang dilakukan dalam permainan engklek ini adalah: 1) Guru menjelaskan kegiatan, tanya jawab dan ice breaking; 2) Pemanasan; 3) Menjelaskan tentang gambar engklek yang akan dimainkan; 4) Menjelaskan cara bermain; 5) Mencontohkan cara bermain dan aturan yang digunakan dalam permainan; 6) Mengacak urutan main; 7) Memberikan kesempatan bermain kepada anak tanpa bantuan guru sembari memberikan motivasi; 8) Pendinginan. Peningkatan perkembangan motorik kasar anak dapat ditunjukkan dari data perkembangan motorik kasar anak pada kondisi awal anak pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) terdiri dari 5 orang anak, pada kriteria berkembang sangat baik (BSB) belum ada. Pada siklus II perkembangan motorik kasar anak pada kriteria BSH meningkat menjadi 8 orang anak, dan pada kriteria BSB terjadinya peningkatan menjadi 9 orang anak. &#13;
&#13;
Kata kunci : Perkembangan Motorik kasar, Anak Usia Dini, Permainan Engklek. &#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Munibar (2023). Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar  Anak Usia Dini melalui Permainan Engklek  di Tk Karyawan Kota Baru Kuta Alam Banda Aceh&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan engklek di TK Karyawan Kota Baru Kuta Alam Banda Aceh. Permainan engklek dipilih karena dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak yaitu melatih keseimbangan dan kekuatan anak pada gerakan melompat dan melempar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Model penelitian yang digunakan mengacu pada model Classroom Action Research dari  Suharsimi (2017). Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 14 orang anak perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Peningkatan perkembangan motorik kasar dikatakan berhasil apabila anak mencapai kriteria BSB atau berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar dapat ditingkatkan melalui permainan engklek. Langkah-langkah yang dilakukan dalam permainan engklek ini adalah: 1) Guru menjelaskan kegiatan, tanya jawab dan ice breaking; 2) Pemanasan; 3) Menjelaskan tentang gambar engklek yang akan dimainkan; 4) Menjelaskan cara bermain; 5) Mencontohkan cara bermain dan aturan yang digunakan dalam permainan; 6) Mengacak urutan main; 7) Memberikan kesempatan bermain kepada anak tanpa bantuan guru sembari memberikan motivasi; 8) Pendinginan. Peningkatan perkembangan motorik kasar anak dapat ditunjukkan dari data perkembangan motorik kasar anak pada kondisi awal anak pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) terdiri dari 5 orang anak, pada kriteria berkembang sangat baik (BSB) belum ada. Pada siklus II perkembangan motorik kasar anak pada kriteria BSH meningkat menjadi 8 orang anak, dan pada kriteria BSB terjadinya peningkatan menjadi 9 orang anak. &#13;
&#13;
Kata kunci : Perkembangan Motorik kasar, Anak Usia Dini, Permainan Engklek. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117240</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-22 15:48:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-22 16:28:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>