GAMBARAN INDIKASI TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI BAGIAN KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZALNOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN INDIKASI TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI BAGIAN KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZALNOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Megawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sectio eaesarea merupakan salah satu altematif yang sering dilakukan di bidang kedokteran Obstetri dan Ginekologi dalam pelaksanaan kelahiran,terutama bila terdapat komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran indikasi tindakan sectio eaesarea di Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada periode Januari-Desernber 2010. Subjek penelitian adalah seluruh ibu yang menjalani operasi sectio eaesarea yang tercatat di buku register ruang rawat kebidanan dengan tehnik pengambilan sampel total populasi. Didapatkan hasil bahwa dan 1582 persalinan tahun 2010 sebanyak 42,73% persalinan melalui tindakan sectio caesarea. Indikasi dan tindakan sectio eaesarea tersebut adalah' disproporsi kepala panggul (13,17%), riwayat sectio eaesarea (12,43%), pre-eklampsia berat (10,36%), plasenta previa (9,76%), presentasi bokong (9,17%),partus tak maju (7,40%), ketuban pecah dini (7,25%), gawat janin (7,10%), letak
lintang (4,14%), gagal induksi (3,70%), oligohidramnion (3,25%), makrosomia (2,57%), eklampsia (1,92%). presentasi kaki (1,92%), distosia kala Il (1,78%),gamelli (1,18%), ruptur uteri (0,44%), postdate (0,44%), intra uterine fetal death (JUFD) (0,44%), solutio plasenta (0,30%) dan suspect mioma uteri (0,30%).Sebaliknya sebanyak 1,04% tidak tertulis indikasi sectio caesarea di buku
register. Disimpulkan bahwa : indikasi sectio eaesarea yang terbanyak adalah disproporsi kepala panggul (13,17%). Diharapkan ada penelitian lanjutan tentang peran sectio eaesarea dalam upaya menurunkan angka kematian ibu di RSUDZA
Banda Aceh.

Kata Kunci : sectio caesarea, disproporsi kepala panggul,suspeci mioma uteri

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK