<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117230">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN ORAL HYGIENE  PADA PASIEN DIABETES  MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD DR.  ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gita Arprianty Rangke</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai  dengan meningkatnya kadar gula&#13;
dalam darah   dan  abnormalitas metabolisme  karbohidrat,  lemak  serta  protein. Penderita diabetes melitus tipe 2 hampir 90% terjadi pada usia 40 tahun keatas, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi salah  satunya di  bidang kedokteran&#13;
gigi yaitu oral diabetik.  Oral diabetik dapat dicegah dengan menjaga oral hygiene pada  pasien  diabetes  melitus   tipe 2.  Tujuan  penelitian   ini adalah  untuk  melihat gambaran oral hygiene pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUD   dr.  Zainoel   Abidin   Banda  Aceh  berdasarkan  usia,  jenis   kelamin dan pengetahuan.   Penelitian   ini merupakan    penelitian   deskriptif  cross-sectional. Subjek penelitian dilakukan  pemeriksaan OHI-S dan mengisi  kuesioner.  Jumlah subjek penelitian yaitu 40 orang.  Hasil penelitian  diperoleh rata-rata gambaran OH1-S berdasarkan usia  40-60  tahun  dengan   OHI-S  buruk  (58,6%),  Usia  &gt;60 tahun  dengan buruk (100%),  berdasarkan jenis  kelamin laki-laki dengan  OH1-S buruk (88,2%), subjekberdasarkan jenis kelamin perempuan dengan OHI-S buruk (56,5%), berdasarkan pengetahuan yaitu penilaian tidak tahu dengan OHI-S buruk (90,5%)  dan subjek  berdasarkan  penilaian tahu  dengan   OH1-S buruk  (47,4%). Berdasarkan  hasil  penelitian   rata-rata  OH1-S pasien   diabetes  melitus tipe 2  di Poliklinik EndokrinRSUD dr. Zainoel Abidin Banda Acehadalah buruk (70%).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunei :  Diabetes melitus tipe 2, OHI-S, usia, jenis kelamin dan pengetahuan&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117230</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-22 15:21:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-22 15:21:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>