HUBUNGAN DERAJAT OBSTRUKSI PPOK DENGAN SIX MINUTE WALK TEST PADA PASIEN PPOK STABIL DI POLI PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN DERAJAT OBSTRUKSI PPOK DENGAN SIX MINUTE WALK TEST PADA PASIEN PPOK STABIL DI POLI PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Tri Utomo - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010163

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang bersifat irreversibel akibat inflamasi kronik. PPOK merupakan penyebab angka kematian keempat tertinggi di dunia, dan apabila tidak ada intervensi terhadap penyakit ini maka diprediksi pada tahun 2020 PPOK akan menduduki peringkat ketiga. Salah satu pemeriksaan penunjang untuk PPOK adalah six minute walk test. Six minute walk test merupakan pemeriksaan yang sederhana dan mudah diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan derajat obstruksi PPOK dengan six minute walk test. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan November sampai bulan Desember 2014. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Uji Korelasi Pearson. Sebanyak 30 responden penelitian bersedia melakukan six minute walk test, diantaranya 29 laki laki dan 1 perempuan dengan rerata nilai VEP1 dan VEP1/KVP adalah berturut - turut 47% dan 62%. Pada penelitian ini didapatkan derajat obstruksi PPOK memiliki korelasi dengan jarak tempuh (r = -0,63 dan p < 0.01), jarak prediksi (r = -0,57 dan p < 0,01 ), selisih derajat sesak napas (r = 0,60 dan p < 0,01), selisih derajat fatigue (r = 0,38 dan p < 0,05) dan selisih saturasi oksigen (r = -0,32 dan p < 0,05) kemudian derajat obstruksi PPOK tidak memiliki korelasi dengan selisih denyut nadi (r = 0,39 dan p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah jarak tempuh memiliki korelasi terkuat dengan derajat PPOK dibanding variabel lainnya,

Kata Kunci: PPOK, Six Minute Walk Test
?

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK