<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117223">
 <titleInfo>
  <title>EFEK YOGHURT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN  SEMEN IONOMER KACA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmi Rahmita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Semen ionomer kaca adalah bahan restorasi yang digunakan dalam kedokteran  gigi. Semen ionomer kaca rentan terhadap makanan dan minuman asam yang  dapat rnenyebabkan kekasaran pada permukaan. Yoghurt merupakan salah satu  makanan dan minuman fermentasi yang menggunakan bakteri dan mengandung  asam laktat dengan nilai pH 3,8. Di dalam rongga mulut yoghurt juga memiliki  manfaat yaitu dapat memperbaiki kebersihan mulut dan mencegah halitosis.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pebedaan kekasaran permukaan semen  ionomer kaca sebelum dan setelah perendaman di dalam yoghurt dan perbedaan  kekasaran pennukaan pada tiap durasi setelah perendaman di dalam yoghurt  selama 5, 15. 30, dan 60 menit. Total spesimen yang dibuat adalah 24 spesimen untuk 4 kelompok (n=6) dengan diameter 10 mm dan tebal 2 mm. Semua  spesimen dipersiapkan menurut rekomendasi pabrik, disimpan selama 24 jam di&#13;
dalam inkubator pada suhu 311 sebelum perendaman di dalam tarutao yoghurt.  Surface roughness lester digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan  sebelum dan sesudah perendaman dari masing-masing spcsimen, Data diuji  menggunakan T-Test berpasangan untuk melihat kekasaran permukaan sebelum  dan setelah perendaman (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117223</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-22 14:56:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-22 14:56:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>